14 Oktober, Warga Peringati Pertempuran Lima Hari di Semarang

Selasa, 15 Oktober 2019 : 12.54
Drama teatrikal pertempuran lima hari di Semarang/ist
Semarang - Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang, Lantamal V, Koarmada ll, mengikuti peringatan peristiwa Pertempuran Lima Hari yang digelar Pemerintah di Area Tugu Muda Kota Semarang.

Pada saat itu, di Area Tugu Muda para pemuda Kota Semarang menghadang Bala Tentara Jepang yang tidak mau menyerahkan senjata pasca Proklamasi 17 Agustus 1945. Maka terjadilah pertempuran sengit antara Pemuda Kota Semarang dengan Tentara Jepang yang berlangsung selama Lima hari.

Upacara digelar dengan Inspektur Upacara Wali Kota Semarang H. Hendrar Prihadi, Sedangkan Komandan upacara dipercayakan kepada Letkol Czi Hendro Edi Busono yang tugas kesehariannya sebagai Komandan Batalyon Zipur 4/TK.

Satu pleton Prajurit Lanal Semarang di bawah pimpinan Lettu Laut (PM) Heru Wicaksono hadir sebaagai peserta upacara peringatan pertempuran Lima hari di semarang.

Selain itu, Pleton TNI Polri, Pleton SKPD Provinsi Jateng dan Kota Semarang, Pleton Ormas Kota Semarang, Pleton Mahasiswa dan Pelajar Kota Semarang.

Diawali pembacaan sejarah Pertempuran Lima hari di Semarang dilanjutkan menyanyikan Lagu-lagu perjuangan kemudian Mengheningkan Cipta dan pelaksanaan mengenang Detik-Detik Pertempuran 5 Hari Di Semarang.

Seluruh lampu penerangan dimatikan, ganya obor saja yang hidup, menyusul bunyi meriam dan suara tembakan dari dengan peluru hampa yang membawa suasana pada malam hari itu benar benar mencekam seperti terjadi peperangan yang sesungguhnya.

Situasi tersebut hanya berlangsung lebih kurang Lima Menit. Wali Kota Semarang menjelaskan, pada 14 Oktober 1945 adalah merupakan hari yang sangat bersejarah bagi warga Kota Semarang.

Pada tanggal tersebut terjadi pertempuran Lima Hari di Semarang yang mana Monumen Tugu Muda Semarang adalah merupakan saksi sejarah kemerdekaan Kota Semarang pada saat itu pemuda dan pejuang Semarang berapi api melawan Jepang untuk mengusir penjajah dari Kota Semarang ini.

Dari beberapa tokoh Pejuang terdapat nama Dr. Kariyadi, yang merupakan salah satu dokter yang berjuang dengan tulus ikhlas untuk warga Semarang. Kala itu, Kariyadoi, berjuang membantu mengatasi korban korban Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang.

"Kami bertekat meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengorbankan jiwa raga demi kemerdakaan, kami sebagai pemuda Semarang akan membangun dan membawa Semarang menuju adil makmur seperti cita cita para pejuang pendiri Kota Semarang," katanya menegaskan.

Usai pelaksanaan upacara seluruh peserta upacara dan para undangan di suguhi Drama Treatikal Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang.

Upacara digelar menyedot perhatian Masyarakat Kota Semarang yang juga memadati area Tugu Muda. Mereka menyaksikan jalannya upacara dan Drama Treatikal pertempuran Lima hari di Kota Semarang. (riz)

Rekomendasi