menu
search

WHDI Tabanan Sosialisasikan Etika Berbusana Adat Bali

Selasa, 24 September 2019 : 14.12
Ketua WHDI Kabupaten Tabanan (kanan) mengamati kursus singkat kecantikan dan etika berbusana adat Bali yang dibawakan narasumber dari LKP Anggun
TABANAN - Wanita merupakan Tiang Yadnya yang memiliki peranan penting mulai dari persiapan hingga pelaksanaan yadnya dalam berbagai tingkatan. Beberapa pustaka Hindu menyiratkan arti penting peran dan kedudukan seorang wanita dalam ajaran Agama Hindu.

Hal itu diungkapkan Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Tabanan Ni Made Putriningsih Wirna saat melakukan Pembinaan Pelaksananaan Program Kerja dan Etika Berbusana Adat Bali di Sepuluh Kecamatan se Kabupaten Tabanan di Kantor Camat Kerambitan, Selasa (24/9/2019).

Menurut Putriningsih Wirna, mengingat peran dan kedudukannya yang strategis tersebut, seyognyanya kita senantiasa meresapi dan memaknai dengan karya nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara berdasarka nilai-nilai luhur ideologi Pancasila serta Filsafat Agama Hindu yakni Tri Hita Karana dan Catur Purusa Arta.

"Maka dari itu, melalui WHDI kita ikut serta berperan untuk mengajegkan Agama Hindu," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Putriningsih Wirna juga mengungkapkan kegiatan yang dilakukan WHDI Kabupaten Tabanan ini juga karena sehubungan telah dilantiknya kepengurusan WHDI di 10 Kecamatan dan 133 Desa di Kabupaten Tabanan untuk masa bhakti 2018 - 2023.

"Program kerja WHDI Tabanan meliputi lima bidang yakni bidang Organisasi, Agama, Kebudayaan, Sosial, dan Ekonomi," katanya.

Disebutkan, pada bidang Kebudayaan penekanannya kepada pelestarian budaya Bali dan Budaya Nasional serta menjaga pelestarian lingkungan dan keindahan alam. Seperti Etika Berbusana Adat Bali dalam kehidupan sehari-hari seperti yang diatur dalam Pergub Bali No.79 Tahun 2018.

"Bilamana sembahyang ke Pura, ngayah, menghadiri undangan atau pergi ke kantor busana adat Bali yang dikenakan harus sesuai dengan kesopanan, kepatuhan dan kepantasan," katanya mengingatkan.

Menurut Ketua WHDI Tabanan Putriningsih Wirna, kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guna terwujudnya Wanita Hindu yang cerdas, mandiri dan berbudipekerti luhur sesuai dengan visi misi WHDI sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Tabanan yang serasi dan mencintai budayanya.

Dalam kegiatan pembinaan yang diikuti 55 Pengurus WHDI dari seluruh desa di Kecamatan Kerambitan tersebut, Ketua WHDI Tabanan didampingi sejumlah pengurus dan narasumber Agung Oka Pradnyawati dari Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Anggun Tabanan yang memberikan kursus singkat tentang kecantikan dan etika berbusana adat Bali. (gus)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua