menu
search

Vaksinasi Massal Cakup Seluruh Bali, Kasus Rabies Alami Penurunan

Minggu, 15 September 2019 : 16.40
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Wayan Mardiana
Denpasar - Dengan gencarnya vaksinasi massal yang mencakup seluruh wilayah di Provinsi Bali sehingga tren penyakit rabies mengalami tren penurunan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Bali, I Wayan Mardiana menegaskan, saat ini kasus rabies menunjukan tren penurunan di hampir tiap kabupaten/kota di Bali.

Kasus rabies sejak bulan Juli (2019 setelah vaksinasi massal rabies telah mengalami penurunan. Vaksinasi massal tersebut dilaksanakan pada bulan Maret - Juli 2019 dengan menyasar 716 desa se-Bali.

"Total cakupan vaksinasi hingga September mencapai 92 persen," terang Mardiana di Denpasar, Sabtu (14/9/2019).

Jumlah estimasi populasi anjing yang telah divaksinasi juga menunjukan hal itu. Dari total populasi anjing di Bali yang berjumlah 573 ribu ekor, yang telah tervaksinasi mencapai 510 ribu ekor.

Sedangkan angka kasus rabies hingga September 2019 masih ada kasus yang sifatnya insidentil terhadap anjing-anjing yang belum tervaksin.

"Misalnya ada kasus anjing yang dibuang pemiliknya atau anjing liar yang berkeliaran di semak-semak hingga pegunungan, yang sulit dijangkau tim kami," jelas Mardiana.

Dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, Kabupaten Tabanan sejak Januari 2019 tercatat nihil kasus positif rabies. Di Badung terdapat satu kasus, yakni di daerah Kuta Selatan.

Sementara di Jembrana muncul satu kasus di Medewi, itupun terjadi akibat anjing liar yang dibuang oleh pemiliknya di tepi pantai. Sedangkan di Buleleng hanya terjadi satu-dua kasus, yakni di daerah Gerokgak.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan vaksinasi ulang dan eliminasi.

Untuk Kabupaten Karangasem masih terjadi satu-dua kasus di daerah Kubu dan Abang. Yang lantas ditindaklanjuti dengan pembuatan pararem bagi masyarakat yang meliarkan anjingnya akan dieliminasi serta dikenakan denda.

Selanjutnya di Bangli juga tak jauh berbeda, hanya terjadi satu-dua kasus. Yakni di daerah Kintamani.

Demikian pula di Kabupaten Klungkung masih terjadi satu-dua kasus. Sedangkan Gianyar hanya satu kasus, dan telah ditindaklanjuti dengan vaksinasi ulang pada anak anjing kelahiran baru.

Tak hanya itu, pihaknya bersama tim juga telah bekerja ekstra dan memberi prioritas guna mengatasi rabies di kawasan yang masuk Zona Merah Rabies.

Selain itu, berbagai upaya pencegahan pun juga dilakukan melalui sosialisasi Perda Nomor 15 tahun 2009 tentang Pemberantasan Rabies di Bali. Dalam Perda itu disebutkan bahwa setiap warga masyarakat yang memiliki anjing wajib memelihara dan merawat kesehatan anjing mereka

Sanksinya bagi yang melanggar akan dijerat hukum pidana dengan ancama kurungan penjara maksimal selama tiga bulan. Selain itu, harus menanggung biaya pengobatan serta upacara pengabenan apabila warga masyarakat tergigit anjing meninggal dunia. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua