menu
search

Tingkatkan Kompetensi, 107 Awak Kapal Ikuti Bimtek Surat Kecakapan 60 Mil

Sabtu, 07 September 2019 : 00.30
Jakarta - 107 orang awak kapal/nelayan di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, mengikuti Bimtek/Pelatihan Surat Keterangan Kecakapan 60 Mil di Pelabuhan Perikanan (PP) Sentra Pembangunan Kelautan dan Perikanan (SKPT) Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/9/2019).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkolaborasi dalam peningkatan kompetensi awak kapal/nelayan.

Kegiatan merupakan salah satu tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Nomor: 01/PT/KKP/PKS/III/2019 dan HK.201/2/17/DJPL/2019 perihal Pelayanan Status Hukum Kapal Penangkap Ikan dan Kepelautan (Pas Kecil, Pas Besar, Surat Ukur, Gross Akta, Sertifikat Keselamatan dan Pencemaran, dan SKK 30/60 mil).

Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan, Goenaryo, dalam arahannya yang dibacakan Kasubdit Pengawakan Kapal Perikanan menyampaikan bahwa Bimtek/pelatihan SKK 60 Mil ini dalam rangka meningkatkan kompetensi/keahlian awak kapal/nelayan guna menjamin keselamatan pelayaran dalam kegiatan penangkapan ikan.

"Peristiwa kecelakaan laut kerap terjadi seperti tabrakan, baik sesama antara kapal penangkap ikan maupun antara kapal penangkapan ikan dengan kapal niaga, merupakan tantangan dan pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan secara bersama-sama oleh kedua instansi ini," ujarnya, Jumat 6 September 2019.

Upaya bersama KKP dengan Kemenhub dalam pelaksanaan Bimtek/Pelatihan SKK 60 mil di PP SKPT Sebatik ini, merupakan terobosan penting dalam upaya memperluas cakupan pelatihan ini kepada awak kapal/nelayan, yaitu pelaksanaan pelatihan di sentra-sentra nelayan/awak kapal.

Secara regular, selama ini pelaksanaan kegiatan serupa dilaksanakan di Kantor KSOP setempat. Diharapkan, ke depannya agar pola seperti ini dapat dilanjutkan dan dilaksanakan di lokasi-lokasi sentra nelayan lainnya di seluruh Indonesia.

Hal ini guna mengakomodir kepentingan awak kapal/nelayan di seluruh Indonesia yang masih perlu dilatih dan diberikan pengetahuan terkait keselamatan pelayaran dalam kegiatan penangkapan ikan.

Pengajar/instruktur dalam Bimtek ini, berasal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Kalimantan Timur. Materi bimtek/pelatihan antara lain mencakup hukum matirim, kecakapan pelaut, permesinan kapal, olah gerak, dan pengamatan.

Selanjutnya, disampaikan juga materi tentang tata cara dan prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan di laut serta prosedur darurat dan pencarian apabila terjadi kecelakaan laut (search and rescue/SAR).

Selaku salah satu pengajar/instruktur dari KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin, menyampaikan bimtek/pelatihan SKK 60 mil ini, diharapkan akan meningkatkan keahlian dan keterampilan bagi awak kapal/nelayan dalam kegiatan pelayaran.

Tidak terbatas kapal penangkap ikan saja, tetapi dapat juga digunakan untuk mengoperasionalkan kapal niaga tradisional sampai ukuran 35 GT, seperti kapal pengangkut sembako antar-pulau dan kapal pengangkut ikan dan/atau hasil tambak.

Hal ini tentu membuka peluang atau lapangan pekerjaan lain bagi awak kapal perikanan/nelayan.

Dalam rangka pemenuhan salah satu dokumen awak kapal/nelayan sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.103/3/2/DJPL-18Apalagi, sertifikat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan bimtek/pelatihan SKK 60 ini, dapat dipergunakan sebagai persyaratan untuk memperoleh Buku Pelaut Merah.

Buku Pelaut yakni dokumen resmi negara yang dikeluarkan pemerintah untuk pelaut yang bekerja di atas kapal penangkap ikan/kapal layar motor/kapal tradisional. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua