menu
search

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Stop Represif Terhadap Aksi Mahasiswa

Jumat, 27 September 2019 : 06.36
Presiden Jokowi berikan keterangan pers/biro pers setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan penanganan secara persuasif dan tidak represif terhadap setiap aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Kepala Negara juga menyampaikan dirinya sangat menghargai aspirasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam demonstrasi yang dilakukan selama beberapa hari terakhir.

Aspirasi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam upaya pembenahan di negara kita.

"Saya menyampaikan mengenai penghargaan saya, apresiasi saya, terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang ini saya kira sebuah bentuk demokrasi di negara kita," dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 26 September 2019.

Semua masukan yang disampaikan kepada dirinya dalam demo itu juga menjadi catatan besar dalam rangka memperbaiki kekurangan yang ada di negara ini.

Jokowi juga segera menghubungi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, dan memerintahkan untuk melakukan penanganan secara persuasif dan tidak represif terhadap setiap aksi unjuk rasa yang berlangsung.

"Akan saya telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur," katanya menegaskan.

Kendati begitu, Kepala Negara mengingatkan, demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi hendaknya juga dilakukan dengan cara-cara yang damai dan tidak mengganggu ketertiban umum serta jangan sampai merusak fasilitas-fasilitas publik.

"Tapi kalau sudah anarkistis,ya memang harus tindakan tegas," sambungnya.

Secara terpisah, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membuka jalur dialog antara pemerintah dengan mahasiswa terhadap isu-isu ke depan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Dikatakannya, Presiden sudah meminta Menristekdikti untuk membuka ruang-ruang dialog kepada mahasiswa dan para rektor di kampus-kampus sehingga kita bisa membicarakan semua masalah yang terkait dengan suasana akademik dan melihat perspektif-perspektif yang berbeda. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua