menu
search

Presiden Joko Widodo Akui Sulit Menyelesaikan Karhutla

Selasa, 17 September 2019 : 06.33
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Pekanbaru/biro pers setpres
Pekanbaru - Presiden Joko Widodo mengakui dari pengalaman bertahun-tahun cukup sulit menyelesaikan penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan saat menggelar rapat terbatas bersama dengan jajaran terkait untuk membahas langkah-langkah penanganan Karhutla di Pekanbaru, Riau, Senin 16 September 2019.

Kepala Negara menegaskan, pencegahan merupakan sebuah hal yang mutlak dalam suatu proses penanganan karhutla. Pencegahan dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan.

"Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan," ujarnya.

Keberadaan perangkat-perangkat yang dimiliki baik oleh pemerintah di tingkat pusat, daerah, maupun aparat keamanan sebenarnya mampu untuk melakukan segala upaya pencegahan tersebut.

Hanya saja, kerja sama yang dirasa kurang efektif dan inisiatif yang tidak maksimal menyebabkan peristiwa karhutla kembali terulang.

"Gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah: bupati, wali kota, camat, kepala desa. Pangdam juga punya perangkat dari danrem, dandim, sampai koramil, bhabinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat dari kapolres, kapolsek, sampai bhabimkamtibmas," urainya.

"Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik," tegas dia,

Untuk itu, Presiden meminta seluruh pihak mulai dari pusat hingga ke daerah untuk melakukan konsolidasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh.

Seluruh pihak terkait juga dimintanya bergerak aktif dalam menangani karhutla yang terjadi saat ini.

"Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik saya yakin yang namanya satu titik api sudah pasti ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api. Itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini," tandasnya lagi. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua