menu
search

PHDI Ingatkan Pemangku Tetap Jaga Tatwa dan Susila

Minggu, 08 September 2019 : 08.58
Pelatihan Kepemangkuan di Pura Puseh Denpasar
Denpasar - Para pemangku diingatkan agar bisa menjaga kerangka dasar dalam menjalani kewajiban sebagai seorang pemangku yakni tatwa, susila dan acara.

Ketua PHDI Denpasar, Nyoman Kenak menyampaikan hal itu dalam Pelatihan Kepemangkuan dilaksanakan Yayasan Dharma Bhakti bekerjasama dengan Pemkot Denpasar dalam meningkatkan wawasan mengenai adat dan agama Hindu, Sabtu (7/9/2019).

Kegiatan diikuti 108 pemangku dan 88 orang Serati Banten bertempat di Pura Puseh Denpasar, diadakan selama 3 bulan 7 September sd 30 november 2019.

Kadis Kebudayaan I Gusti Bagus Mataram, Katua PHDI Kota Denpasar I Nyoman Kenak, Camat Denpasar Barat, AA. Wijaya, Bendasa Adat Denpasar, AA. Rai Sudarma beserta tamu undangan lainnya.

Kenak menekankan, terdapat tiga hal yang dijadikan kerangka dasar dalam menjalani kewajiban sebagai pemangku, yakni tatwa, susila dan acara.

Melalui pelatihan tersebut, Kenak berharap para pemangku mendapat informasi dan pemahaman tentang kepemangkuan dan serati, sehingga juga mampu memberi penjelasan kepada umat.

"Soal acara maupun upacara sudah biasa bagi pemangku dan serati, yang perlu ditekankan adalah susila atau tingkah lakunya," terangnya.

Kata dia, pelatihan ini sangat membantu PHDI dalam upaya menjabarkan nilai-nilai keagamanaan kepada masyarakat. Agar mendapat informasi yang sesuai dengan visi misi PHDI, pihaknya berharap agar narasumber yang dipilih relevan dengan materi yang dibutuhkan.

Narasumber tidak berpatokan dengan status spiritual seseorang, antara welaka maupun sulinggih. "Yang pasti apa yang dijabarkan tidak bertentangan dengan sastra yang ada," imbuhnya.

Kepala Dines Kebudayaan Pemerintah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Bagus Mataram sangat mengapresiasi diklat kepemangkuan dan serati banten semoga kedepanya lebih di tingkatkan dan bisa bekerjasama dengan pemerintah Kota Denpasar.

Ketua Panitia dan selaku ketua Yayasan Dharma Bakti Ketut Sudana mengatakan kegiatan memiliki tiga bidang antara lain pendidikan, Keagamaan dan Sosial, yayasan Dharma Bakti Baru terbentuk 2 bulan yang lalu kegiatan pertama yang kita lakukan di bidang pendidikan membuat pendidikan Kepemangkuan dan serati Pemula.

“Harapan saya acara ini bisa mengajak kaum generasi muda melaksanakan upacara dan upakara yang baik dan benar," imbuhnya.

Adapun materi yang di ajarkan untuk kepemangkuan antara lain kuliah umum, sukertaning kepemangkuan, siwa sidanta, teknik mebajran, asta kosala kosali, siwa sidanta, praktek nganteb, fungsi dan makna caru, tatwa, fungsi dan makna berbagai jenis ayaban. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua