menu
search

Pembangunan Denpasar Berlandaskan Tri Hita Karana Digaungkan di Markas PBB Austria

Senin, 09 September 2019 : 06.26
Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra saat berbicara di Markas PBB Vienna Austria
Denpasar - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra memaparkan keberhasilan pemerintahannya dalam dalam pembangunan Smart City berlandaskan Tri Hita Karana di depan forum yang digelar di depan markas PBB Vienna Austria.

Bahkan, keberhasilan ini menjadikan Denpasar sukses menyabet penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) nomor satu di Indonesia katagori kota besar versi Litbang Kompas.

Rai Mantra diundang menjadi pembicara di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Vienna Austria serangkaian Bridge For Cities 4.0 Connecting Cities Throught The New Yang dibuka langsung Direktur Jendral UNIDO Mr.Li Yong beberapa waktu lalu.

Dihadapan 800 perwakilan kota dunia yang tergabung dalam United Nation Industry Development Organisation (UNIDO), Rai Mantra menjelaskan Filosofi budaya Tri Hita Karana yang menjadi dasar pijakan dalam melaksanakan pembangunan di Kota Denpasar.

Disamping itu, bagaimana Denpasar mampu menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis dengan tetap memperkuat budaya dan menyambut hangat hadirnya teknologi di era 4.0 ini.

Tri Hita Karana merupakan tiga sebab kebahagian sejati dengan membangun harmonisasi komponen manusia, alam/lingkungan dan Tuhan.

“Tri Hita karana ini sebagai pemandu kami untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs ),” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, SDGs dicapai melalui inovasi pembangunan Denpasar Smart City yang identik dengan upaya mensejahtrakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bijak.

Dalam konsep ini juga mengandung makna efisiensi, trasparansi, akuntabilitas dengan tetap mengutamakan pelayanan prima bagi masyarakat.

Berbagai inovasi pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan inovasi baru seperti halnya system pengelolaan lingkungan dengan melibatkan Pemerintah, NGO, Swasta, Bank, masyarakat dan sekolah yang dikenal dengan Si Darling.

“Jadi Sidarling ini tujuannya membangun kesadaran bersama agar peduli terhadap lingkungan,“ kata Rai Mantra yang disambut riuh tepuk tangan dari peserta. Selain Denpasar Smart City, fokus pembangunan juga diarahkan pada Denpasar Creative City dan Denpasar Haritage City.

Disamping Smart City Denpasar Creative City membangun ekosistem ekonomi kreatif dengan melibatkan semua pihak dan membangun infrastruktur ekonomi kreatif, Denpasar Haritage menjaga budaya yang bersifat tangiable dan intangiable sebagai modal dasar pembangunan.

"Sehingga terciptakanya ekosistem yang saling menguatkan antara pengembangan pariwisata dan pemajuan kebudayaan,“ ungkapnya. Hadirnya Badan Kreatif (Bekraf) di Kota Denpasar juga sangat memperkuat ekonomi kreatif dan digitalisasi.

"Itulah sebabnya dalam acaranya ini Kota Denpasar juga terlibat dalam pameran inovasi 4.0 dengan menampilkan creative economy dan digitalisasi yang sudah diterapkan di Denpasar," ungkapnya.

Salah satu perserta Chairman Word Trade Center Warsawa Polandia, Jaques Tourel memberikan apresiasi atas keberhasilan pembangunan di Kota Denpasar. Pihaknya berkeinginan menjalin kerjasama dengan Pemkot Denpasar, khususnya dalam bidang pariwisata dan budaya.

“Tentunya kami berencana melaksanakan kerjasama Sister City terkait misi budaya dan promosi pariwisata Kota Krakow Polandia dengan Kota Denpasar,” ungkapnya.

Managing Director Eco Consulting and Enginering Vienna Austria, Dr Yousef Mesimani, juga mengapresiasi program manajemen sampah dan lingkungan Si darling dan Eco River di Kota Denpasar. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua