menu
search

Padamkan Api Karhutla di Riau, Pemerintah Kerahkan 5.600 Personel

Selasa, 17 September 2019 : 18.16
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau/biro pers setpres
Pekanbaru - Pemerintah telah mengerahkan 5.600 personel dan bantuan 52 pesawat untuk melakukan pemadaman api dalam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Presiden Joko Widodo bersama segenap elemen terkait meninjau langsung sejumlah titik untuk memastikan penanganan maksimal berjalan sebagaimana mestinya.

"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang totalnya 5.600 (pasukan)," ujar Presiden di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Senin (17/9/2019).

Pihaknya terus melakukan water bombing di lokasi karhutla. Setidaknya, sebanyak 52 pesawat dikerahkan untuk melakukan pemadaman tersebut.

Sebelum bertolak menuju lokasi pertama yang akan ditinjau Presiden dan rombongan, Kepala Negara juga meninjau kesiapan operasional pesawat penyemai yang hari ini akan membuat hujan buatan di sekitar lokasi kebakaran.

Pesawat penyemai hujan buatan sudah diterbangkan dan saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun. "Ini sekarang kita lakukan lagi menabur garam, karena awannya ada kita berdoa semoga nanti juga jadi hujan, insyaallah di hari ini," imbuhnya.

Meski upaya maksimal telah dilakukan untuk memadamkan api yang terlanjur membesar dan meluas, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa langkah terbaik ialah dengan melakukan pencegahan agar titik api tidak semakin membesar.

"Segala upaya dilakukan. Tetapi memang yang paling benar itu adalah pencegahan sebelum kejadian. Ini api satu (terdeteksi) langsung padamkan, satu padam. Itu yang benar," ucapnya.

Kepala Negara sekaligus mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan pembakaran lahan gambut maupun hutan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan semakin meluas.

Aparat penegak hukum sudah diinstruksikan mengambil tindakan tegas bagi para pelaku pembakaran baik dari kalangan korporasi maupun individu. "Upaya hukum sudah kita lakukan. Baik yang perorangan baik korporasi semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," tandasnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua