menu
search

Organisasi Kewanitaan Jangan Hanya Arisan dan Perayaan Ulang Tahun

Senin, 16 September 2019 : 16.56
Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster
Badung – Pembentukan organisasi kewanitaan jangan hanya untuk kegiatan arisan dan perayaan ulang tahun namun kehadirannya harus mampu memiliki arti dan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak masyarakat untuk memaknai filosofi sapu, di mana batang lidi tak akan memiliki arti ketika tengah tercerai berai.

Putri menyampaikan itu saat berbicara di hadapan ratusan wanita yang tergabung dalam Forum Kemitraan Ormas dalam rangka Peningkatan Kelompok Perempuan Penyandang Difabel dan Kelompok Rentan/Marjinal Lainnya, di Bali Dynasty Resort, Kuta-Badung pada Senin (16/9/2019).

Batang lidi baru memiliki arti ketika disatukan menjadi sapu. Dengan demikian, maka lidi-lidi itu akan berfungsi untuk alat membersihkan. “Sama halnya seperti kita para perempuan, apapun akan bisa kita lakukan jika bersatu,” ujarnya.

Layaknya seperti sapu lidi, pihaknya merangkul seluruh perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi untuk menyatukan tekad mendukung pelaksanaan Visi 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali' yang bertujuan menyucikan alam Bali dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik sekala maupun niskala.

Putri yang seorang seniman ini mengingatkan agar organisasi kewanitaan tak dibentuk hanya sekedar mengadakan arisan atau perayaan ulang tahun. “Kita harus ada di tengah-tengah masyarakat. Sebagai wanita, kita turun melayani dengan sentuhan cinta kasih,” tambahnya.

Pihaknya ingin merangkul seluruh organisasi kewanitaan yang ada di Pulau Dewata. Karena itu dia hadir tidak dengan mengenakan seragam PKK agar tidak ada anggapan kalau PKK itu paling tinggi.

Yang saya inginkan, ayo kita bersinergi agar punya daya dorong yang lebih kuat.

Ditegaskan, organisasi kewanitaan harus lebih banyak memfokuskan programnya untuk menyentuh kaum perempuan. Karena menurutnya, kaum perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan karakter anak.

“Mari kita bergandengan tangan, lindungi anak-anak pada usia emas agar mereka terhindar dari pengaruh negatif yang belakangan cukup meresahkan seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Polpum Kemendagri, Lutfi menegaskan pentingnya peran Ormas dalam sejarah Bangsa Indonesia.

Ormas lahir sebelum partai-partai ”Kita tentu ingat, bagaimana pada tahun 1908, Ormas seperti Budi Utomo berperan dalam proses kebangkitan Indonesia. Ini dilanjutkan oleh Ormas Kepemudaan yang menggagas Sumpah Pemuda pada tahun 1928,” ujar Lutfi.

Dia mengharapkan, Ormas bisa memberi kontribusi positif kepada pembangunan agar bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Indonesia. Serta terus mengawal dan bersinergi dalam semua aspek khusus buat masyarakat yang terpinggirkan. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua