menu
search

Orang Tua Benteng Pertahanan Keluarga di Era Milenial

Senin, 16 September 2019 : 00.30
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster
Denpasar - Orang tua memiliki peranan yang teramat penting dalam pendidikan karakter anak, terutama di tengah berbagai tantangan-tantangan yang dihadapi pada era milenial saat ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster menekankan tantangan pemanfaatan kemajuan teknologi yang tidak tepat guna, misalnya pemakaian ponsel terlalu lama atau hanya untuk permainan, maupun pergaulan negatif seperti penyalahgunaan narkoba.

"Para orang tua sebagai benteng pertahanan keluarga diharapkan mampu menerapkan pola asuh yang tepat, karena akan mempengaruhi fisik, psikis, dan kemampuan sosialnya," ujarnya dalam seminar bertajuk 'Deteksi Dini Hambatan Perkembangan Anak Serta Mengembangkan Potensi Anak Secara Optimal' oleh Departemen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) di Ruang Pertemuan Dr AA Made Djelantik FK Unud, Jalan Sudirman Denpasar, Minggu (15/9/2019).

Ditegaskan, orang tua harus selalu ada di samping putra-putrinya untuk membangun komunikasi yang intensif. Jadi, harus bisa memposisikan diri sebagai orang tua sekaligus sebagai teman bagi mereka, karena anak-anak jaman sekarang tidak bisa diintervensi.

Dengan komunikasi, bisa tahu kebutuhan mereka, permasalahan yang sedang dihadapi, maupun harapan-harapan mereka. "Kita harus mampu memberikan koridor yang tepat bagi mereka dalam menjalani kehidupan," ujar Putri.

Tumbuh kembang anak tidak hanya didasarkan pada seberapa banyak ilmu pengetahuan yang diberikan, tapi orang tua diharapkan mampu menharmoniskan mental spiritual anak sehingga bisa tumbuh bahagia.

Anak-anak jangan hanya dijejali pelajaran, karena masing-masing anak tumbuh kembangnya berbeda, masing-masing memiliki talenta, dan yang tahu talenta mereka ya para orang tua.

Talenta itu yang harus kita asah, memastikan mereka bisa menyalurkan apa yang mereka senangi, jika sudah tersalur tentu mereka akan bahagia dan memiliki pandangan lebih positif.

"Tingkatkan pendidikan mental spiritualnya, agar perkembangan otak kanan dan kiri seimbang," tukas Putri yang alumni Unud Jurusan Ekonomi Bisnis itu.

Dia mengharapkan civitas akademika kedokteran maupun lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan anak, bisa membantu mengarahkan para orang tua menerapkan pola asuh yang tepat.

Selebihnya, tugas orang tua dalam memberikan pendampingan, bagaimana mengarahkan kemampuan anaknya. Secara umum, kedokteran bisa mencegah terjadinya stunting, anak-anak autis, dan sebagainya.

Selain itu, lanjut Putri, memberikan wawasan kepada orang tua semenjak anak dalam kandungan, memastikan janin yang dikandung sehat, lahir dan tumbuh dengan baik. Sehingga bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua