Nelayan Tabanan Tenggelam Dihantam Ombak Laut Selatan

Jumat, 06 September 2019 : 18.56
Perahu milik korban selamat I Nyoman Naja, hancur berkeping-keping akibat dihantam ombak Laut Selatan Tabanan, Bali
TABANAN - Dua orang nelayan asal Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan masing-masing I Wayan Kewanti (54) dan I Nyoman Naja (49) tenggelam dihantam dan digulung ombak besar di laut selatan Tabanan, Bali, Jum'at (6/8/2019) pagi.

Akibat kejadian tersebut, korban I Wayan Kewanti meninggal dunia Jum'at (6/8/2019) sore, saat dalam perawatan di Rumah Sakit Wisma Prashanti.

Sedangkan korban I Nyoman Naja yang perahunya jukungnya hancur berkeping-keping sudah diperbolehkan pulang setelah menerima perawatan di rumah sakit yang sama.

Informasi di lapangan, pagi itu kedua korban menggunakan perahunya masingt-masing akan melaut untuk memasang jaring seperti yang dikerjakannya setiap hari.

Saat perahunya akan menuju ke tengah laut, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menghantam dan menenggelamkan kedua perahu nelayan tersebut. Begitu perahu dihantam gelombang besar dan tinggi tersebut, kedua nelayan langsung terlempar dari perahu dan terseret gelombang ke tengah laut.

Korban I Nyoman Naja yang menggunakan baju pelampung begitu tenggelam bisa langsung muncul ke permukaan laut sehingga langsung ditolong oleh nelayan yang saat itu ada di pantai hendak melaut.

Sementara korban I Wayan Kewanti, beberapa waktu kemudian baru terlihat di permukaan laut dan langsung dibawa dan diselamtakan nelayan ke pinggir pantai.

Kedua korban tersebut yang dalam kondisi lemas langsung dibawa ke Rumah Sakit Wisma Prashanti di Desa Gubug, Tabanan yang berjarak sekitar 3 Km dari TKP (Tempat kejadian Perkara), Pantai Yeh Gangga.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Tabanan I Made Sudarta saat ditemui di Pantai Yeh Gangga menuturkan, korban I Wayan Kewanti saat akan melaut sebenarnya menggunakan baju pelampung (Life jacket).

Diduga baju pelampung tidak dikenakan dengan baik sehingga saat terlempar dari perahu dan tenggelam, baju pelampungnya terlepas.

"Mungkin baju pelampungnya tidak dikancingkan resletingnya sehingga saat korban tenggelam baju pelampungnya terlepas," katanya sambil menambahkan perahu jukung bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan yang bersumber dari APBD Provinsi bali Tahun 2015 yang dipakai korban Wayan Kewanti kondisinya tidak mengalami kerusakan bearti.

Hanya katik bambunya saja yang terlepas.

Sebelumnya, musibah yang sama juga dialami dua orang pemancing ikan di Tabanan yang diterjang ombak dan tenggelam saat mancing ikan di bibir pantai kawasan wisata Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (3/9/2019) dini hari.

Kedua korban masing-masing I Wayan Sumiarta (43) dan I Gede Ketut Artika (58) setelah hilang ditelan ombak, tiga hari kemudian kedua korban ditemukan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Kamis (5/9/2019) pagi dalam keadaan sudah meninggal dunia. (gus)

Rekomendasi