menu
search

Mahasabha II, Pasemetonan Dukuh Bali Diminta Lepaskan Sekat yang Ancam Persatuan

Minggu, 22 September 2019 : 22.47
Wakil Gubernur Bali Cok Ace (Kanan) membuka Mahasabha II Pasemetonan Dukuh Bali
Denpasar - Pasemetonan Dukuh Bali diharapkan bisa melepaskan diri dari sekat-sekat perbedaahn yang akan mengancam persatuan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menghadiri Mahasabha II Pasemetonan Dukuh Bali di Sekretariat PHDI Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (22/9).

Cok Ace, sapaannya, juga mengucapkan selamat atas pelaksanaan Mahasabha II Pasemetonan Dukuh Bali yang menurutnya dilaksanakan tidak secara mewah meski sebagian anggota pasemetonan memiliki kemampuan ekonomi yang baik.

Tokoh Puri Ubud ini berharap apa yang menjadi tujuan Mahasabha baik itu penataan organisasi dan perancangan program kerja ke depan dapat terlaksana dengan baik.

Cok Ace mengajak Pasemetonan Dukuh Bali untuk turut serta mensukseskan program-program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, baik itu di bidang Parahyangan, Pawongan maupun Palemahan.

Di bidang Parahyangan diantaranya Wagub Cok Ace mengatakan Pemprov Bali akan melakukan penataan Pura Besakih untuk memecahkan permasalahan-permasalahan seperti kemacetan yang terjadi setiap Piodalan di Pura yang menjadi hulu-nya orang Bali tersebut.

Di bidang Pawongan, Wagub Cok Ace menambahkan, Pemprov Bali sudah mensahkan Perda Desa Adat. “Dengan adanya Perda ini, sekarang sudah kuat posisi Desa Adat,” kata Ketua PHRI Bali ini.

Beberapa Pergub juga sudah dibuat seperti Pergub 79/2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub 80/2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Pergub dan Perda yang lain.

Sementara, di Bidang Palemahan salah satunya Pemprov Bali sedang membangun Shortcut Buleleng. Pembangunan ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi semeton Bali.

Ketua Panitia I Made Kariyasa mengatakan Mahasabha II ini bertujuan mendapatkan masukan terhadap program pengurus Pasemetonan Dukuh Bali tahun masa bakti 2014-2019.

Kemudian, menetapkan masukan pelayanan pasemetonan dukuh Bali melalui peningkatan sinergitas dengan para dadia kabupaten/kota/wilayah khusus se-Bali.

"Wilayah khusus yang dimaksud adalah pasemetonan yang berada di Besakih dan luar Bali," tuturnya. Tujuan lainnya, melakukan perubahan AD/ART organisasi yang diperlukan dan keputusan lain yang perlu dibuat.

Ketua Pesamuan Sulinggih Dukuh Ida Pandita Mpu Ananda Prateka mengajak semeton Bali untuk bersatu dan melepaskan sekat-sekat yang bisa memecah belah persatuan.

“Kita semua bersaudara, termasuk sulinggih menjadi contoh bahwa kita sama, asalkan sudah disahkan oleh Parisada,” imbuhnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua