menu
search

Koster: Tidak Hanya Keindahan Alam, Budaya Bali Jadi Magnet Wisatawan

Senin, 02 September 2019 : 07.36
Gubernur Bali I Wayan Koster saat menghadiri HUT Kota Negara ke-124
Negara - Gubernur Bali I Wayan Koster mengingatkan pembangunan budaya mesti dilakukan dengan komitmen serius mengingat budaya adalah modal utama masyarakat Bali sehingga menjadi daya tarik wisatawan.

Hal ini disampaikan Koster saat membuka Parade Budaya serangkaian peringatan HUT Kota Negara ke-124 Tahun 2019 di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (1/9/2019).

Koster mengingatkan agar kebudayaan Bali dirawat dengan sebaik mungkin. Sebab mengingat Bali tidak memiliki sumber daya alam berupa tambang seperti gas, batu bara, minyak dan emas.

“Kalau kita lalai dalam membangun budaya di Bali, suatu saat menurun habis, maka Bali sama saja dengan daerah lainnya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Ia mengatakan, daerah Bali mampu menjadi magnet yang mengundang wisatawan mancanegara untuk berkunjung, bukan disebabkan semata oleh keindahan alamnya. Namun alam yang dijiwai akan sumber nilai-nilai adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal.

Oleh karena itu, penyelenggara pemerintahan di Bali bersama-sama masyarakat harus punya arah komitmen dan kebijakan tegas untuk memperkuat pembangunan kebudayaan di Bali.

"Karena itu visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali diisi penuh dengan kebudayaan,” ujar mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menegaskan, kebudayaan itu merupakan investasi bukan harga atau biaya. Sebab itu ia meminta perawatan seni dan budaya tidak dilihat sebagai penghamburan uang.

Saat ini, Gubernur Koster sedang menata pondasi maupun fundamentalnya secara komprehensif. “Mulai dari penggunaan aksara Bali. Kenapa saya mulai dari aksara? Karena mulai dari aksara kehidupan ini bergerak,” ucapnya.

Selain itu, penguatan budaya juga dilakukan melalui kebijakan penggunaan busana adat dan bahasa Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan hari jadi Provinsi serta kabupaten/kota se-Bali.

Parade budaya Kota Negara memberi spirit untuk menggerakkan motivasi dan kesadaran masyarakat kabupaten ujung barat Bali ini dalam memajukan kebudayaan. Khususnya yang menjadi khas masyarakat Jembrana, seperti Jegog, Makepung serta yang lainnya.

“Tentu saja harus selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” sebutnya.

Bupati Jembrana I Putu Arta mengatakan, Kota Negara sebagai ibu kota Kabupaten Jembrana memiliki perjalanan sejarah panjang dengan dinamika kehidupan masyarakatnya yang terus berkembang secara berkesinambungan.

Memasuki usianya ke-124 Tahun 2019 ini, Kota Negara terus berbenah dengan menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, politik dan sosial budaya.

Kegiatan seni budaya ditampilkan antara lain adalah parade budaya dari berbagai kesenian daerah, yang berasal dari Jembrana dan kabupaten lain di Bali serta provinsi luar Bali.

"Ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Bali serta menjaga semangat perjuangan dan persatuan dalam mengisi pembangunan," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua