menu
search

Koster Minta Alumni ITB Berikan Sumbangan Pemikiran Pembangunan Bali

Sabtu, 21 September 2019 : 20.36
Gubernur Bali I Wayan Koster membuka Rakernas Ikatan Alumni ITB di Denpasar, Bali
Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster meminta Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) memberikan sumbangan pemikiran untuk pembangunan di Bali. Hal tersebut disampaikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA ITB, di Rama Sita Room, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (21/9/2019.

Dalam kegiatan ini digelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pembangunan Bali bertajuk Membangun Sistem Energi Bersih dengan Prinsip Kemandirian, Berkeadilan dan Berkelanjutan di Provinsi Bali dengan membedah berbagai konsep pemikiran dan kebijakan dari kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang sekaligus merupakan alumni ITB yang dinilai visioner.

Berbagai poin penting dihasilkan akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Pasalnya, Bali dijadikan prototipe atau role model pembangunan di Indonesia melalui berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Bali.

Saat pembukaan Rakernas IA ITB, Koster berkesempatan menjabarkan berbagai arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang ditertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sebuah visi besar dari Gubernur Koster tentang pembangunan Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno.

Yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan yang diterapkan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Demi terwujudnya visi pembangunan Bali tersebut, diperlukan peran dan dukungan semua pihak agar Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia terus dipandang baik dan berkualitas.

"Saya berharap ikatan alumni dapat memberikan masukan, pikiran, ide-ide, konsep pembangunan Bali. Karena Bali merupakan bagian dari dunia. Karena 40 persen wisata Indonesia itu pintu masuknya dari Bali," harapnya.

Koster yang alumni Fakultas Matematika dan IPA Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) Angkatan 1981 ini menguraikan, berbagai program yang dilaksanakan Pemprov Bali.

Diantaranya dikeluarkannya Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Sejak Pergub pertama di Indonesia ini dicanangkan, mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah. Bahkan dunia internasional.

"Saat ini sudah tidak ada lagi menggunakan kresek, sedotan, styrofoam. Dekorasi yang digunakan pada acara ini juga sudah menggunakan bahan dari alam. Kebijakan ini berdampak pada berkembangnya seni kerajinan rakyat," terangnya.

Selain itu, Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.

"Setiap hari Kamis, Purnama, Tilem, Hari Jadi Pemerintah Provinsi Bali, hari jadi kabupaten dan kota. Kebijakan ini sangat bagus, tidak hanya berdampak pada peningkatan kecintaan seni budaya, kearifan lokal dengan busananya, tapi berdampak terhadap ekonomi," sambungnya.

Ternyata industri busana dan pedagang, toko busana meningkat omsetnya setelah diberlakukannya peraturan gubernur ini.

Ditambahkan Koster, bahkan pemberlakuan kebijakan penggunaan busana adat Bali diperluas juga untuk tiap kegiatan nasional maupun internasional yang digelar di Bali dengan keharusan menggunakan busana adat.

Pihaknya mengapresiasi tema yang diusung pada Rakernas IA ITB 2019, yakni "Nangun Sat Kerthi Loka Nusantara".

Ketua Umum IA ITB, Ridwan Djamaludin mengatakan Ikatan Alumni merupakan posisi sentral dalam pembangunan bangsa. Keberadaan IA ITB diharapkan mampu memberikan sumbangsih pikiran untuk pembangunan bangsa kedepan.

"Sebagai alumni ITB sesungguhnya kita harus menjadi tulang punggung pembangunan negara ini. Kita harus memberikam nilai tambah dari nilai yang ada, kita harus mengembangkan sumber daya manusia yang baik, kita juga harus membuka lapangan kerja," katanya.

Selain itu, Gubernur Bali juga akan menerima penghargaan Ganesha Yasa Kerthi Utama, sebuah penghargaan yang diberikan kepada alumni ITB yang menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua