menu
search

Koster: Karakter Kaum Muda Hindu Bernafaskan Kehinduan dan Kearifan Lokal

Jumat, 20 September 2019 : 22.59
Gubernur Bali I Wayan Koster
Buleleng - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dalam membangun karakter generasi muda Hindu senantiasa bernafaskan kehinduan dan kearifan lokal di Bali. Koster didampingi Ny Putri Suastini Koster membuka secara resmi penyelenggaraan World Hindu Wisdom Meets 2019 di Aula SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (20/9).

Masyarakat Bali yang mayoritas menganut Hindu memiliki keunikan tersendiri dibanding agama Hindu yang dianut secara universal. Pelaksanaan agama, adat istiadat dan budaya menyatu, yang satu sama lainnya saling menguatkan.

Eksistensi dan keberlangsungan agama Hindu ala Bali harus tetap dijaga, terlebih dalam kaitan membangun karakter generasi muda harus tetap bernafaskan kehinduan dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali.

"Sehingga generasi muda bali semakin berkarakter, dipandang, dihargai dan mendapat pengakuan orang luar," ucapnya.

Umat Hindu harus bisa menempatkan agama Hindu sesuai porsinya. Kalau di Bali harus dilaksanakan sesuai tata cara yang berkembang di Bali, mengedepankan kearifan lokal.

"Kita harus memahami batasan-batasan, mana hal-hal yang benar-benar fundamental dan prinsipil yang tidak boleh dirubah harus kita jaga, mana hal-hal yang bisa dikembangkan mengikuti perubaham zaman," tuturnya.

Karena itulah kata Koster, keunikan agama Hindu kita di Bali yang harus dijaga eksistensinya.

"Generasi muda harus kita arahkan berdasarkan ideologi lokal yang kita miliki agar semakin berkarakter," ujar Gubernur Koster di hadapan para peserta dan anak didik SMAN-SMKN Bali Mandara.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menekankan agar masyarakat bukan berpatokan pada kesukuan, di mana masyarakat Bali sebagai penganut Hindu yang berada di wilayah Indonesia, harus tetap mengikuti dinamika nasional, dalam berkewarganegaraan harus berpegang teguh pada Ideologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945.

"Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita," tegas dia.

Dengan begitu, umat Hindu akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan masyarakat. Sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar saat ini sehingga harus membangun SDM.

Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. "Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan hanya sekedar mengikuti arus," ajaknya.

Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Drs Made Mangku Pastika MM menyatakan dipilihnya SMAN Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema 'Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan', tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan.

Acara disusun lebih banyak melibatkan generasi muda, menurut Pastika, dalam rangka memberikan pandangan kepada generasi muda tentang wawasan beragama dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak para generasi muda untuk berbangga menganut agama Hindu.

"Teori kepemimpinan Hindu sampai saat ini masih relevan dijadikan acuan pembentukan karakter pemimpin. Pemimpin-pemimpin besar dan tokoh-tokoh dunia belajar dari Hindu, karena Hindu logis, fleksibel, universal dan sebagainya jadi banggalah sebagai orang Hindu," ucap Pastika. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua