menu
search

KKP Rangkul Pertamina Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Kamis, 26 September 2019 : 11.11
Penandantanganan kerja sama Kementerian Kelautan dan Pertamina dalam meningkatkan kesejahteraan mayarakat pesisir
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) dan PT Pertamina (Persero) menandatangani kesepakatan kerja sama Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan pesisir seluruh Indonesia.

Kerja sama berupa sinergi program Ditjen PRL dengan pemanfaatan produk Pertamina di wilayah kerja Marketing Operation Region (MOR) VIII yang mencakup Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Penandatanganan dilakukan Sekretaris Ditjen PRL, Agus Dermawan dan General Manager MOR VIII, Gema Iriandus Pahalawan disaksikan oleh Direktur Jenderal PRL, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan Senior Vice President Retail Marketing & Sales PT Pertamina (Persero), Jumali di Marine Heritage Gallery, Kantor KKP, Jakarta Pusat Rabu (25/9/2019).

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU/Nota Kesepahaman) antara KKP dan PT Pertamina Nomor: 08/MEN-KP/KB/VII/2017 dan Nomor: 10/C00000/2017-SO tentang Sinergi Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Brahmantya menyebut, kerja sama ini dilakukan untuk sinergitas program KKP dengan Pertamina demi menunjang kegiatan masyarakat pesisir yang meliputi nelayan, pembudidaya ikan, kelompok pengolah pemasar (Poklahsar), kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), dan kelompok masyarakat penggerak.

Setelah kedaulatan atas laut Indonesia berhasil diraih, pemerintah menginginkan masyarakat Indonesia yang hidup di pesisir, di 17.504 pulau dapat berdaulat bermatapencaharian di sektor kelautan dan perikanan.

Guna mewujudkannya, dibutuhkan dukungan energi yang juga berdaulat, salah satunya dengan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di berbagai Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Alasan dimulainya kerja sama di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat adalah karena di wilayah tersebut terdapat setidaknya 5 SKPT yaitu Morotai, Saumlaki, Biak, Timika, dan Merauke.

“Tujuan SKPT ini untuk mempercepat geliat perekonomian yang bisa didapatkan dari perikanan dan kelautan di titik-titik terdepan perbatasan kita dengan negara lain. Laut Maluku dan Papua ini memiliki potensi dengan nilai jual yang tinggi sehingga dibutuhkan dukungan BBM,” tutur Brahmantya.

Hanya saja, penambahan kuota BBM di berbagai wilayah juga harus dibarengi penilaian dengan asas kehati-hatian sehingga seimbang dengan pengawasan.

“Jika sudah dipastikan kebutuhannya, ditentukan di mana tempatnya, ada affirmative dari pemerintah daerah, affirmative policy dari pemerintah pusat melalui KKP, kita pasti akan dukung,” lanjutnya.

Pihaknya meminta Pertamina membantu suplai pelumas bagi mesin kapal seperti motor ketinting dan motor tempel lainnya.

Jika diperlukan, menurutnya Pertamina dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk membangun jetty (dermaga) maupun single point mooring/SPM (buoy terapung yang berlabuh di lepas pantai) tentunya melalui skema perizinan yang telah ditentukan.

“Sinergi kita untuk memastikan kedaulatan laut harus didukung oleh kedaulatan energi juga. Dan kami bersama agen Pertamina sebagai BUMN yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah bisa melakukan itu,” tutupnya.

Senior Vice President Retail Marketing & Sales PT Pertamina, Jumali mengatakan, pihaknya akan mendukung penyediaan kebutuhan energi kegiatan kelautan dan perikanan.

Kebutuhan masyarakat pesisir, teman-teman nelayan harus kita penuhi karena kalau tidak dipenuhi pasti mereka akan mencari minyak dari para pedagang liar yang harganya cukup tinggi.

"Kami ingin mereka mendapatkan harga lebih murah, lebih baik, sehingga produksinya lebih baik,” tuturnya. Ia pun berharap, kerja sama MOR VIII ini juga bisa diikuti MOR-MOR lainnya di Pertamina untuk melayani kebutuhan energi di semua wilayah penangkapan ikan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua