menu
search

Jembatan Program TMMD ke 106 di Tabanan Selesai 75 Persen

Kamis, 19 September 2019 : 19.57
Jembatan program TMMD ke 106 di Kabupaten Tabanan, Bali yang menghubungkan Desa Bongan dan Desa Gubug selesai 75 persen
TABANAN - Jembatan yang dikerjakan dalam rangka Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang ke 106 di Kabupaten Tabanan yang menghubungkan Desa Gubug dan Desa Bongan, pembangunan fisik jembatannya saat ini sudah selesai 75 persen.

Hal itu diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, di sela-sela acara sosialisasi lomba jurnalistik TMMD, di Makodim Tabanan, Bali, Kamis (19/9/2019).

"Jembatan sepanjang 17 m dengan lebar 5 m pembangunan fisiknya yang dikerjakan pra TMMD sudah selesai 75 persen. Kami berharap saat pembukaan TMMD ke 106 awal Oktober nanti pembangunan fisiknya sudah selesai 90 persen sehingga sisanya yang 10 persen bisa dituntaskan selama pelaksanaan TMMD," ujarnya.

Menurut Dandim Tabanan, pembangunan fisik jembatan tersebut untuk pemasangan besi/ulat besi 25 mm dan perakitan besi 22 mm sudah mencapai 100 persen. Sedangkan untuk pengerjaan blok papan samping kiri dan kanan jembatan pengerjaannya baru mencapai 67 persen.

"Secara keseluruhan pembangunan fisik bangunan jembatan sudah selesai 75 persen," katanya.

Ditanya wartawan biaya pembangunan jembatanb tersebut, menurut Dandim Toni sumbernya dari APBD Tabanan senilai Rp 1,2 miliar yang diterimanya berupa material bahan bangunan.

Jembatan tersebut dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja 25 - 50 orang perhari yang berasal dari TNI dan warga masyarakat.

"Jembatan tersebut bila ditenderkan dan dikerjakan oleh pihak perusahaan swasta nilainya Rp 2,1 miliar. Namun dikerjakan secara swakelola dalam Program TMMD nilainya bisa ditekan menjadi Rp 1,2 miliar. Ada penghematan anggaran sekitar Rp 900 juta," tegasnya.

Sementara itu, terkait sosialisasi lomba jurnalistik penulisan berita TMMD ke 106, Kasi Media Cetak Penerangan Kodam Mayor IGA Raka selaku narasumber menyebutkan, lomba jurnalitik dibagi ke dalam dua kategori.

Yakni kategori wartawan cetak atau online dan kategori wartawan media cetak.

"Dalam lomba ini, wartawan dibebri kebebasan untuk mencari data TMMD ke Kodim, Korem dan Kodam untuk bahan pembuatan karya jurnalistik yang akan dilombakan. Hasil karya yang diikutkan dalam lomba harus sudah dimuat di media vetak, online atau elektronik," katanya.

Disebutkan, untuk lomba jurnalistik TMMD ke 106 ini, Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp15 juta, juara kedua Rp 10 juta dan juara ketiga Rp 7,5 juta. (gus)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua