menu
search

Gubernur Koster: Demi Jaga Alam Bali, Saya Tidak Takut Siapapun

Minggu, 01 September 2019 : 07.26
Gubernur Bali I Wayan Koster
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga alam Bali karena itu dia tidak pernah takut dengan siapapun yang mau merusak alam di Pulau Seribu Pura.

Untuk mewujudkan komitmennya itu, Koster menjabarkan berbagai terobosan program yang digagas untuk menjaga dan membersihkan alam Bali dari berbagai pencemaran.

"Ada yang coba menggugat, tapi kita menang di MK. Saya tegaskan, untuk menjaga alam Bali ini, saya tidak pernah takut dengan siapapun yang mau merusak. Itu komitmen saya," tegasnya di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre, Denpasar pada Sabtu (31/8/2019) malam.

Banyak regulasi yang disusun untuk menunjang kesucian dan kebersihan alam Bali ini, baik udaranya, air dan lingkungannya. "Karena itu prioritas saya dalam menuju Bali Era Baru," tegasnya lagi.

Slah satunya, terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, sedotan dan styrofoam yang tertuang dalam Pergub Nomor 97 tahun 2018.

"Sejak dicanangkan, Pergub yang pertama ada di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respon positif dari berbagai daerah. Bahkan dunia internasional. Berkat aturan ini, Gubernur Bali jadi ngetop," ujarnya sembari berseloroh.

Meski menerima berbagai apresiasi, bukannya tak berarti tanpa tentangan dari pihak tertentu. Namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk mengembalikan kelestarian alam lingkungan Bali.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini, juga tengah menggodok peraturan terkait pengelolaan sampah dari skala rumah tangga hingga berjenjang. Tujuannya supaya semua limbah sampah tidak tertumpuk Tempat Pembuang Akhir (TPA).

Dia baru menyadari, selama ini salah mengelola, karena sampah ujungnya ditumpuk di satu tempat, bahkan di Ibu Kota Provinsi Bali.

"Ke depan akan dicanangkan regulasi yang mengatur pengolahan dan pemisahan sampah mulai dari hulunya. Pergub ini sudah hampir selesai, jadi doakan saja," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Pihaknya pihaknya pula tengah menggodok regulasi terkait perlindungan mata air, sungai, danau dan pantai di Bali. Dengan begitu diharapkan segala sumber air yang ada di Pulau Dewata akan terjaga.

"Air punya makna yang mendalam di Bali. Air adalah sarana upacara. Selain (sebagai red) sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari. Untuk itu perlu dijaga dengan sebaik-baiknya," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua