menu
search

Grab for Good, Berdayakan Masyarakat Dorong Ekonomi Digital Asia Tenggara

Kamis, 26 September 2019 : 16.05
Jakarta - Melalui program Grab for Good diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dan mendorong ekonomi digital di Asia Tenggara.

Diketahui, Grab, everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara, telah mengumumkan program kontribusi sosial miliknya bernama ‘Grab for Good’ yang bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara.

Selain itu, diharapkan bisa menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital - yang bagi sebagian orang merupakan kesempatan pertama kalinya.

Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan mereka lebih banyak pilihan serta kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Dengan memanfaatkan kapasitas teknologi, platform, dan kerja sama, Grab telah menetapkan sebuah misi besar untuk program “Grab for Good” yang akan dicapai pada tahun 2025.

Misi besar itu adalah meningkatkan inklusi dan literasi digital di Asia Tenggara guna memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan, dapat menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.

Karenanya, Grab bertekad meningkatkan literasi digital dan inklusi bagi lebih dari 3 juta masyarakat Asia Tenggara pada tahun 2025 melalui kemitraan dengan pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi nirlaba.

Memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil: Wirausahawan mikro merupakan inti dari model bisnis Grab, sementara bisnis skala kecil menjadi nadi dari perekonomian Asia Tenggara.

Agar mereka dapat melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi, Grab akan membantu lebih dari 5 juta pebisnis tradisional dan merchant kecil, disamping 5 juta wirausahawan mikro yang telah tergabung dalam platform Grab untuk mendigitalisasi alur dan proses kerja mereka.

Membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan: 16% generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan.

Grab ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi, bekerja sama dengan institusi pendidikan, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan.

Untuk mencapai misi-misi ini, Grab mengumumkan dua inisiatif unggulan di bawah program “Grab for Good”; sebuah pelatihan peningkatan keterampilan dan literasi digital yang bekerja sama dengan Microsoft, dan inisiatif “Mendobrak Sunyi”, yang memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.

Group CEO & Co-founder, Grab Anthony Tan menjelaskan, dua inisiatif ini merupakan permulaan dari rencana tahunan Grab untuk mendukung setiap orang dan bisnis skala kecil dengan kemampuan teknologi yang krusial.

Juga, sebagai pembekalan agar bisa berkembang dalam ekonomi digital baru. Inisiatif lainnya akan diumumkan selanjutnya tahun ini.

Menurut Antony, Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Asia Tenggara yang tengah tumbuh.

"Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara,” jelas Anthony.

Anthony menambahkan, inti dari “Grab for Good” adalah membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati berterima kasih kepada Grab yang telah menghidupkan optimisme dengan cara membuat akses kepada mereka yang sebelum tidak terlayani oleh sistem yang ada.

Teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian, berbeda dengan prediksi bahwa teknologi digital mengganggu kehidupan manusia dan menghilangkan lapangan kerja.

"Tetapi kita dapat melihat bahwa teknolgi digital bisa menciptakan banyak pekerjaan baru," imbuhnya. Dengan model bisnisnya, Grab menciptakan peluang baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses.

Ekonomi digital yang dibawa Grab menghilangkan konsep ‘economic of scale’, sehinga teknologi dapat berperan penting bahkan bagi pemain ekonomi terkecil, memberi mereka peluang dan akses menuju kemajuan dan kesejahteraan.

"Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial," tandasnya.

Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menambahkan, industry 4.0 adalah usaha besar yang dapat meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar 1-2 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum.

Satu-satunya cara agar bisa meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya, dan program Grab for Good ini merupakan sebuah komitmen nyata dari sektor swasta untuk menyediakan teknologi dan alat bantu yang diperlukan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil.

Grab for Good: Laporan Dampak Sosial Grab 2018 - 2019

Program dampak sosial “Grab for Good” dikembangkan sesuai fokus Grab untuk meningkatkan kehidupan seluruh masyarakat Asia Tenggara selama 7 tahun Grab berdiri.

Dalam laporan dampak sosial perdana yang diluncurkan hari ini, Grab mengestimasi jumlah kontribusi sebesar US$5,8 miliar atau lebih dari IDR81,5 triliun terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir (hingga Maret 2019).

Perhitungan ekonomi sosial ini telah diverifikasi oleh KPMG sesuai dengan prosedur yang telah disepakati sebelumnya.

Dikatakannya, lebih dari 9 juta wirausahawan mikro, atau sekitar 1 dari 70 masyarakat Asia Tenggara, telah mendapatkan penghasilan melalui platform Grab, dengan menjadi mitra pengemudi, mitra pengantaran, merchant ataupun agen.

Sebanyak 211% mitra pengemudi Grab tidak memiliki pekerjaan sebelum bermitra dengan Grab, dan 31% mitra agen tidak memiliki sumber pendapatan sebelum bergabung dengan Grab-Kudo.

Selain membuka peluang ekonomi, laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana Grab telah membantu menciptakan akses yang lebih baik kepada layanan finansial dan pembayaran digital.

Sejak Grab didirikan pada tahun 2012, Grab telah membantu lebih dari 1,7 wirausahawan mikro untuk membuka akun bank pertama mereka. Grab juga membantu mewujudkan masa depan non-tunai di Asia Tenggara.

Tingkat pembayaran non-tunai dalam platform Grab 9x lebih tinggi dibandingkan dengan pembayaran non-tunai secara keseluruhan di Asia Tenggara.

Grab dan Microsoft bekerja sama untuk membuka kesempatan peningkatan keterampilan bagi jutaan masyarakat Asia Tenggara sebagai bagian dari program ‘Grab for Good’.

Grab mengumumkan kerja sama tingkat regional bersama dengan Microsoft yang akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital.

Tercatat, 6,6 juta pekerja di enam negara besar Asia Tenggara membutuhkan wawasan baru pada tahun 2028. Sekitar 41% dari mereka memiliki keterbatasan keterampilan Teknologi Informasi (TI) yang dibutuhkan dalam profesi-profesi baru.

Grab dan Microsoft ingin menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan menggabungkan kemampuan, kapasitas dan sumber daya mereka, dan juga bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama dalam menciptakan kesempatan ekonomi melalui teknologi dan memastikan bahwa ekonomi digital dapat diakses oleh seluruh masyarakat Asia Tenggara.

President, Microsoft in Asia Pacific Andrea Della Mattea menegaskan, salah satu tantangan di berbagai negara di Asia Pasifik adalah tentang demokratisasi pendidikan.

Pihaknya percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang, terutama, literasi digital dan teknologi. Hal ini mendorong inovasi, keterampilan memecahkan masalah menggunakan data, yang merupakan kunci menuju masa depan.

"Kami sangat senang dapat meluncurkan cara untuk mengembangkan tenaga kerja digital secara inklusif di berbagai negara di Asia Pasifik bersama dengan Grab, yang akan meningkatkan keterampilan generasi mendatang," Imbuhnya.

Memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di dunia untuk mencapai lebih adalah misi yang mempengaruhi setiap langkah kami. "Bersama Grab, kami membangun tenaga kerja terampil yang akan mengubah keluarga, komunitas, dan negara, untuk menciptakan dunia masa depan,” jelas Andrea.

“Seiring dengan tumbuhnya Asia Tenggara, kami berharap setiap orang juga dapat tumbuh bersama dan merasakan manfaat dari ekonomi digital yang tengah berkembang. Saya sangat bersemangat melihat mitra pengemudi Grab dan keluarga mereka akan memperoleh keterampilan baru dari berbagai kelas bersertifikasi dari Microsoft,” jelas Hooi Ling Tan.

Sementara Co-founder, Grab Hooi Ling Tan, menegaskan, kerja sama ini akan menjembatani berbagai kebutuhan literasi digital, dan Grab serta Microsoft akan bekerja sama dalam tiga hal.

Membangun keterampilan teknis bagi mahasiswa di perguruan tinggi di berbagai negara Asia Tenggara, untuk memastikan mereka siap untuk memasuki angkatan kerja saat ini dan di masa depan.

Grab dan Microsoft akan bekerja sama dengan universitas-universitas terpilih di Asia Tenggara untuk memberikan pelatihan bagi para mahasiswa dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia nyata.

Microsoft akan menyediakan akses terhadap konten, kurikulum, platform pembelajaran dan sertifikasi yang telah dikenal di berbagai bidang industri; sebagai tambahan dari penyediaan akses akan teknologi komprehensif seperti Azure for Education.

"Grab akan mendukung penerapan dari proses pembelajaran melalui studi kasus dan data yang relevan dengan industri terkait, juga berbagai pengalaman pembelajaran seperti hackathons dan beragam kesempatan magang," tukasnya.

Grab dan Microsoft telah bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung untuk menawarkan program sertifikasi milik Microsoft, dan lebih banyak universitas di Asia Tenggara akan turut bergabung dalam enam bulan kedepan.

Memberdayakan mitra pengemudi dan keluarganya agar dapat berkembang dalam ekonomi digital melalui pengembangan keterampilan digital. Mitra pengemudi Grab akan mendapatkan akses untuk mengikuti program sertifikasi literasi digital milik Microsoft melalui aplikasi mitra pengemudi Grab.

Mereka bisa mengikuti pelatihan dasar, mencakup topik seperti ilmu komputer dasar, cara menggunakan Internet dan perangkat lunak penunjang produktivitas. Setelah menyelesaikan latihan ini, mitra pengemudi akan mendapatkan sertifikasi Microsoft secara cuma-cuma.

Pada tahap pertama, pelatihan ini akan tersedia dalam Bahasa Inggris dalam modul GrabAcademy, sebuah platform pelatihan online dalam aplikasi mitra pengemudi Grab, dan bahasa lainnya akan tersedia tahun depan.

Grab dan Microsoft juga akan bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Empire Code untuk menyediakan akses pelatihan ilmu komputer melalui platform FutureReadyASEAN untuk perorangan, khususnya anak-anak dan pasangan mitra pengemudi.

Membuka jalur bagi mitra pengemudi untuk mengejar karir di bidang teknologi, dengan dukungan dari organisasi nirlaba global, Generation: You Employed.

Grab dan Microsoft akan membuka jalur bagi mitra pengemudi yang tertarik untuk mengejar karir di bidang teknologi, dengan dukungan dari Generation: You Employed, sebuah organisasi nirlaba global yang memiliki pendekatan ‘skilling-to-employment’.

Program ini mencakup kurikulum dengan pendekatan praktik studi kasus, yang dirancang oleh Generation, dan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dalam kelas-kelas yang dikelola oleh Microsoft.

Lulusan dari program ini akan mendapatkan kesempatan untuk diwawancarai oleh perusahaan rekanan Grab dan Microsoft untuk posisi khusus di bidang teknologi.

Program percontohan yang diluncurkan di Singapura diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dari sekitar 100 mitra pengemudi, dan angkatan pertama akan dilatih pada Juni 2020.

Program ini akan sejalan dengan inisiatif pemerintah Singapura bernama SkillsFuture untuk pengembangan angkatan kerja dan mendukung proses pembelajaran berkesinambungan yang relevan, sebagai bentuk dukungan komprehensif bagi mitra pengemudi Grab di Singapura.

Inisiatif ini akan diluncurkan di negara lainnya menyusul evaluasi dari program percontohan ini. Melayani lebih banyak penyandang disabilitas.

Inti dari program ‘Grab for Good’ adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Momentum ini sekaligus dipakai Grab untuk memperluas inisiatif ‘Mendobrak Sunyi’ (Break the Silence) ke Indonesia dan Singapura, serta mengembangkan lebih lanjut program yang telah berjalan di Malaysia dan Thailand ini.

Grab memiliki lebih dari 500 mitra pengemudi Tuli dan berencana untuk menggandakan jumlah ini di tahun depan.

Dalam International Week of the Deaf (23-30 September), Grab mengumumkan kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di Indonesia, Malaysia Federation of the Deaf, Singapore Association of the Deaf, dan National Association of the Deaf Thailand untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.

Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin menyatakan, dengan bekerja dengan penghasilan yang cukup selalu menjadi tantangan bagi orang Tuli di Indonesia. Sering kali, kesempatan bekerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang Tuli dalam mendapat pekerjaan.

Pihaknya  bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkulnya ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, merchant (GrabFood) atau mitra pengiriman barang.

"Kerja sama dengan Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang Tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. "Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua,” sambungannya.

Peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus (lihat Lampiran B).

Di Malaysia, Grab juga akan menciptakan Kamus Bahasa Isyarat untuk mengajarkan masyarakat cara berkomunikasi dengan teman Tuli melalui widget dalam aplikasi Grab.

Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.

Al Kautsar Wirawan, mitra pengemudi Tuli dari Bandung menyatakan, “Saya diberhentikan oleh perusahaan tempat saya bekerja karena masalah pendengaran. Menemukan kesempatan kerja baru sangatlah sulit, sampai saya menemukan Grab.

Saya telah menjadi mitra pengemudi selama lebih dari satu tahun dan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan senang melihat Grab terus berupaya untuk meningkatkan pengalaman berkendara kami melalui platformnya.

Hooi Ling Tan mengatakan, “Hampir 800 penyandang disabilitas termasuk teman Tuli, cerebral palsy atau gangguan motorik, kini memiliki akses untuk mendapatkan penghasilan melalui platform Grab hari ini.

Mereka tidak hanya melayani pelanggan kami sebagai mitra pengemudi, mitra pengiriman baik barang maupun makanan, tapi juga menjadi inspirasi bagi setiap orang yang mereka temui. Kegigihanlah yang telah membantu mereka menjadi mandiri secara finansial.

Namun platform-platform inklusif seperti Grab yang tidak melakukan diskriminasi, dapat membantu membuka lebih banyak peluang ekonomi untuk mereka.

Untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas, Grab akan meluncurkan GrabGerak, sebuah layanan yang didedikasikan untuk pelanggan penyandang disabilitas, di dua kota baru di Indonesia. GrabGerak akan tersedia di Medan dan Semarang pada Desember 2019.

Layanan transportasi yang ditujukan bagi pelanggan dengan kebutuhan khusus juga tersedia di Singapura dan Thailand.

Disebut GrabAssist di kedua negara ini, mitra pengemudi menjalani rangkaian pelatihan khusus yang mencakup cara melipat kursi roda, alat bantu jalan, scooter lipat, dan perangkat mobilitas lainnya, bantuan untuk pindah dari kursi roda ke dalam mobil, bahasa isyarat dasar untuk berkomunikasi dengan pelanggan Tuli mengenai arah dan tujuan, dan pelatihan kepekaan - untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua