menu
search

Festival Bon Odori Tingkatkan Akulturasi Budaya Bali dan Jepang

Minggu, 15 September 2019 : 06.04
Istri Gubernur Bali Ni Putu Putri Suastini Koster saat memakai busana khas jepang di acara Festival Bon Odori di Denpasar
Denpasar - The 26th Bon Odori Festival 2019 and The 2nd Yosakoi Matsuri sebagai kegiatan tahunan yang diselenggarakan Bali Japan Club diharapkan bisa meningkatkan akulturasi budaya Bali dan Jepang.

Jepang memiliki hubungan erat dengan Bali, baik dalam pertautan sejarah, ekonomi dan kebudayaan. Seni dan budaya keduanya, memilki keunikan tersendiri.

Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia, tidak dapat dipungkiri, banyak warga Jepang tinggal dan bahkan menetap di Bali. Dalam kegiatan keseharian, terjadi percampuran budaya tanpa meninggalkan unsur budaya asli dari masing-masing pihak.

Untuk itu, pada perhelatan 'Lomba Tari Yosakoi' yang merupakan tarian khas Jepang yang ditampilkan oleh para siswa maupun mahasiswa Bali ini, akan dapat meningkatkan akulturasi budaya Bali-Jepang.

Apalagi, kesenian ini ditarikan para generasi muda sehingga mereka memiliki pengetahuan tentang budaya luar tanpa meninggalkan unsur asli budaya yang diwariskan nenek moyang.

Seniman multitalenta Ny Putri Koster menyampaikan itu saat membuka 'The 26th Bon Odori Festival 2019 and The 2nd Yosakoi Matsuri' yang berlangsung di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar, Sabtu (14/9/2019).

Putri yang tampil anggun dalam balutan busana tradisional Jepang, kimono, mengajak warga Jepang yang tinggal di Bali untuk terlibat dalam pelestarian budaya Bali, salah satunya dengan belajar Bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu masyarakat Bali.

"Mungkin bisa setiap Hari Kamis belajar satu kata Bahasa Bali, setiap minggu tambah satu kata maka lama kelamaan akan bisa mengucapkan satu kalimat dalam bahasa Bali," ujarnya.

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar Hirohisa Chiba menyampaikan bahwa The 26th Bon Odori Festival 2019 and The 2nd Yosakoi Matsuri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Bali Japan Club.

Kegiatan ini, diharapkan meningkatkan akulturasi serta persahabatan antara Bali dan Jepang.

Yosakoi merupakan tarian tradisional Negeri Sakura yang dibawakan sekelompok laki-laki dan perempuan dari segala umur dengan memakai kostum yang dipilih masing- masing kelompok tari, sambil membunyikan alat perkusi dari kayu yang biasa disebut Naruko.

Lomba Tari Yasakoi diikuti 8 kelompok peserta dari SMA serta Perguruan Tinggi di Bali dan tampil sebagai Juara 1 yaitu SMA N 1 Ubud, Gianyar. Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ny Putri Koster kepada pemenang lomba. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua