menu
search

Dukung Bandara, 370 Hektar Lahan Pura Desa Kubutambahan Diserahkan Pemprov Bali

Senin, 09 September 2019 : 13.25
Perwakilan Desa Adat Kubutambahan Buleleng bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster
Denpasar - Perwakilan Desa Adat Kubutambahan, Buleleng menyerahkan lahan duwe Pura Desa Kubutambahan seluas 370 hektar diserahkan ke Pemprov Bali sebagai bentuk dukungan untuk rencana pembangunan megaproyek Bandara Internasional Bali Utara.

Bendesa Adat Kubutambahan Jero Pasek Ketut Warkadea didampìngi sejumlah prajuru lainnya mendatangi kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar guna menyampaikan aspirasi, Minggu 8 September 2019.

Mereka menyampaiń∑an aspirasi menyerahkan surat Kesepakatan Penyerahan Pemanfaatan Lahan Duwe Pura Desa Kubutambahan seluas kurang lebih 370 hektar kepada Pemprov Bali serta instansi terkait untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional kedua di Bali tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi keinginan masyarakat Kubutambahan yang diharapkan bisa mempercepat proses penetapan lokasi dibangunnya bandara internasional di Gumi Panji Sakti.

“Jika disetujui semoga mempercepat penetapan lokasi (Penlok), sehingga bandara baru bisa segera dibangun, yang tentunya bisa membawa dampak pemerataan pembangunan dan pemerataan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Bali Utara, yang saat ini lebih dominan di Bali Selatan,” ucap mantan anggota DPR RI asal Sembiran, Buleleng ini.

Tentu saja, apa yang dilakukan masyarakat adat Kubutambahan itu, sebagai kabar menggembirakan paska turunnya Tim Teknis dan Evaluasi dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub untuk mengecek titik koordinat lokasi Bandara Internasional Bali Utara di Desa Kubutambahan dan Desa Bukti, Kamis, 5 September 2019.

Koster akan menyampaikan kesepakatan ini Senin (9/9) di hadapan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi sebagai bahan pertimbangan, saat bersama Bupati Buleleng Agus Suradnyana diundang ke Jakarta membahas lebih lanjut terkait rencana pembangunan bandara.

Bendesa Adat Kubutambahan Jero Pasek Ketut Warkadea menjelaskan penyampaian kesepakatan untuk mempercepat terealisasinya pembangunan bandara di Bali Utara. Sehingga nantinya, bisa memberikan dampak peningkatan ekonomi khususnya bagi krama Desa Adat Kubutambahan.

Ia menyampaikan kendala dihadapi terkait keberadaan lahan duwe pura desa yang sudah disewakan kepada PT. Pinang Propertindo dengan status Hak Guna Bangunan (HGB).

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sebelumnya yang mendampingi rombongan prajuru Desa Adat Kubutambahan menyampaikan hal serupa. Kesepakatan tersebut akan disampaikan dihadapan Menteri Perhubungan, yang tentunya menjadi pertimbangan yang memperkuat penetapan lokasi di Kubutambahan.

“Jika masyarakat sudah setuju dan sepakat, tentu ini memperkuat keputusan Pusat. Sekarang tergantung hasil Feasibility Study (FS) layak dan tidaknya. Semua tergantung keputusan dari Pusat, tapi saya dan Pak Gubernur akan terus berjuang. Semoga bisa goal, kami mohon doa semeton Bali semuanya,” ucap Agus. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua