menu
search

Diawaki Lima WNI, Kapal Ilegal Malaysia Ditangkap KKP di Selat Malaka

Minggu, 15 September 2019 : 10.58
Kapal ilegal berbendera Malaysia yang ditangkap Tim KKP di Selat Malaka/Humas KKP
Jakarta - Kapal penangkap ikan berbendera Malaysia ditangkap Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 04 di Selat Malaka pada Selasa 10 September 2019.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menangkap kapal bernomor lambung KM. PKFB 1524 berukuran 55 GT.

"Kapal itu diawaki 5 (lima) orang warga negara Indonesia (WNI)," beber Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman dalam siaran pers, Sabtu 14 September 2019.

Penangkapan kapal Malaysia dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 04 dengan Nakhoda Capt. Rasdianto, di WPP-RI 571 Selat Malaka.

Kapal ditangkap, karena melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-RI tanpa izin dari Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan dilarang dioperasikan diperairan Indonesia 'trawl'.

"Hal ini patut diduga kuat telah melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang perikanan," jelas Agus.

Kegiatan penangkapan ikan tanpa izin oleh KIA di WPP-RI dapat diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar, sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009.

Kemudian, kapal dan seluruh awak kapal di-adhoc menuju ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Penangkapan kapal asal Malaysia tersebut menambah jumlah KIA yang telah berhasil ditangkap KKP karena melakukan kegiatan illegal fishing di WPP-RI.

Dari catatan KKP, setidaknya mulai Januari hingga 12 September 2019, diamankan 49 KIA, terdiri dari 18 kapal Vietnam, 19 kapal Malaysia, 11 kapal Filipina, dan 1 kapal Panama. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua