menu
search

Desa Wisata Majukan Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi di Bali

Minggu, 29 September 2019 : 10.19
Plt Kadis Pariwisata Bali Putu Astawa
Tabanan - Melalui penganugerahan Desa Wisata Award 2019 Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memajukan lingkungan dan pariwisata di seluruh Bali.

"Desa Wisata Award bagi Desa Wisata berprestasi, bertujuan untuk mendorong inovasi warga dalam menciptakan lingkungan yang baik sehingga bisa meningkatkan kualitas wisata dan pertumbuhan ekonomi sekaligus," ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dalam sambutan dibacakan oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dalam acara Penganugerahan Dewa Wisata Award di Desa Wisata Baru, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (27/9).

Bali banyak mendapat penghargaan ‘The Best’ di berbagai bidang, namun hal itu menurut Wagub Cok Ace jangan dijadikan alasan untuk berpuas diri.

Kini, Bali menghadapi banyak persoalan seperti kemacetan, penumpukan sampah, polusi serta berkurangnya ruang terbuka hijau yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Ancaman lain yang menghantui Bali adalah pengaruh negatif dari luar yang bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan agama masyarakat Bali.

Karenanya, diperlukan langkah konkrit bersama dalam melindungi alam dan budaya Bali mengingat Pariwisata merupakan sektor perekonomian utama Bali.

Berbagai upaya di hulu telah dilakukan Pemprov Bali demi melindungi Budaya Bali dan Pariwisata serta alam Bali. Di bidang adat dan budaya, Pemerintah telah mengeluarkan Perda Desa Adat yang bertujuan untuk melindungi adat dan budaya Bali.

Guna menunjang pariwisata Bali, Pemprov juga menggenjot infrastruktur. Saat ini telah dibangun shortcut ke Buleleng, sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan menjangkau daerah Bali Utara.

Selain itu, kereta api yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai juga tengah dikembangkan.

“Mengembangkan infrastruktur menuju Desa Wisata juga tengah digenjot oleh Pemprov, sehingga akses menuju tempat wisata terutama Desa Wisata bisa lebih mudah dijangkau,” imbuhnya.

Desa Wisata berperan dalam usaha melestarikan adat dan budaya Bali serta meningkatkan perekonomian warga. Desa-desa wisata lainnya diharapkan bisa mencontoh, sehingga lebih banyak tumbuh Desa Wisata di Bali.

Ketua Panitia yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Bagus Adi Laksana melaporkan acara ini, untuk mendorong pengembangan dan pengaturan desa wisata oleh warga agar lebih terencana, terarah dan terukur, sehingga juga bisa meningkatkan perekonomian warga.

Tahun ini Desa Wisata yang dilombakan berjumha 9 (sembilan) Desa yang telah dinilai oleh tim gabungan dari organisasi pariwisata seperti Dinas Pariwisata Provinsi Bali, ASITA, HPI, Fakultas Pariwisata UNUD, serta FORKOMPINDA.

Tahap awal dari penganugerahan ini adalah pengajuan Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata Kabupetn/Kota se-Bali, lalu dilanjutkan dengan pembinaan di 9 Desa Wisata terpilih.

Desa Wisata Sudaji, Buleleng ditetapkan sebagai juara 1, juara 2 diraih oleh Desa Wisata Catur Kabupaten Bangli, sedangkan untuk juara 3 diraih oleh Desa Wisata Tista Kabupatan Tabanan. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua