menu
search

Basarnas Bekali Potensi SAR Bali Teknik Pertolongan di Ketinggian

Rabu, 11 September 2019 : 10.51
Basarnas menggelar Pelatihan Teknik Pertolongan di Ketinggian dengan melibatkan potensi SAR di Bali
Gianyar - Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyelenggarakan Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan di ketinggian (Vertical Rescue) bagi potensi SAR di Bali.

Kegiatan berlangsung 3 hari dimulai Rabu (11/09/2019), dibuka Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Abdul Haris Achadi di Hotel Gianyar, Jalan Manik.

Turut hadir perwakilan Bupati Gianyar yakni Asisten I, Wayan Suardana, beserta tamu undangan dari TNI/POLRI, BPBD Gianyar, Dinas Kabupaten Gianyar, Pemadam Kebakaran Gianyar dan instasi terkait lainnya.

Sebelum pembukaan, Suardana. dari perwakilan Bupati Gianyar menyampaikan pelatihan ini sangat penting untuk diikuti.

"Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan di kiketinggian sungguh berpengaruh besar terhadap kamampuan rescue, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu nara sumber karena telah mempersiapkan materi pelatihan," terang Suardana.

Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian menegaskan tentang keberadaan Basarnas yang tidak dapat bekerja sendiri tanpa peranan pihak lainnya, oleh karena itu diperlukan dukungan dan sinergitas yang solid bersama Potensi SAR, baik Instansi Pemerintah, swasta, masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.

Pelatihan potensi SAR ini, Basarnas dan Pemerintah Provinsi Bali, bersepakat menjalin kerjasama dalam menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan teknik pertolongan di ketinggian.

"Basarnas senantiasa secara aktif melakukan pembinaan potensi SAR pada wilayah kerjanya masing-masing," ungkapnya.

Pada tahun sebelumnya, dilakukan pelatihan potensi SAR di Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Jembrana. Materi pelatihan disesuaikan dengan potensi bahaya di daerah tersebut. Musibah bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja.

Dengan latar belakangi itu, maka masyarakat harus dibekali dengan pengetahuan SAR, dan pada kesempatan ini adalah teknik pertolongan diketinggian.

“Mindset kita mari kita rubah dan bangun agar senantiasa siap siaga menghadapi berbagai musibah yang akan terjadi, dengan demikian akan tercipta budaya SAR yang dapat membantu dan bahkan turut menyelamatkan jiwa manusia,” ungkapnya.

Haris mengungkapkan selogan di Kabupaten Gianyar yakni Dharma Raksata Raksita, yang artinya apabila kita akan melakukan kebaikan maka kita akan dilindungi oleh dharma itu.

"Selogan Dharma Raksata Raksita terasa selaras dengan tugas kita dalam pencarian dan pertolongan yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan," tuturnya.

Sebanyak 50 peserta dilibatkan dalam pelatihan potensi SAR ini, diutamakan bagi kelompok masyarakat yang memiliki peran dalam pengembangan wisata alam dan relawan di bidang SAR.

Tenaga pengajar (instruktur) berjumlah 8 orang, merupakan rescuer terlatih dan telah melalui berbagai diklat SAR.

Pada hari pertama, usai acara pembukaan, para peserta diberikan materi-materi dasar tentang vertical rescue dan selanjutnya di akhir pelatihan, seluruh materi yang telah mereka terima akan dipraktekkan langsung, dimana lokasinya bertempat di tebing sekitar wilayah Kabupaten Gianyar.

Melalui pelatihan pertolongan di ketinggian, diharapkan akan tercipta SDM yang handal dan profesional sehingga nantinya disaat menghadapi kondisi sesunggunya, dimanapun dan kapanpun para peserta pelatihan potensi SAR sudah siap. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua