menu
search

Banyak Kecelakaan Laut, Basarnas Bali Tingkatkan Kemampuan Potensi SAR

Rabu, 18 September 2019 : 14.46
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar.
Badung - Dalam kurun enam bulan terakhir sejak bulan Januari 2019 jumlah kecelakaan di laut sejumlah 61 kejadian sehingga Basarnas Bali berusaha meningkatkan kemampuan pencarian dan pertolongan potensi SAR se- Bali.

Melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Basarnas menyelenggarakan Latihan SAR Daerah, di Kantor SAR Denpasar (Basarnas Bai) di Jimbaran, Badung, Rabu (18/9/2019).

Selama dua hari sebanyak 70 peerta dari seluruh potensi SAR mengikuti latihan bersama yang dibuka Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar.

Tema diusung "Melalui Latihan SAR Daerah Tahun 2019 Kita Wujudkan Insan SAR yang Profesional, Sinergitas dan Militan”. Pelatihan SAR akan fokus pada penanganan terhadap kondisi membahayakan manusia di wilayah perairan pantai.

Turut hadir Kepala Basarnas Bali Hadi Adi Purnomo dan para pejabat perwakilan Kodam IX Udayana, Polda Bali, Lanid Ngurah Rai, Lanal Denpasar, Korem 163 Wirasatya, Polair Polda Bali, BPBD Provinsi Bali, KSOP Benoa.

Didi mengungkapkan, Bali merupakan primadona pariwisata yang populer di Indonesia. Salah satu yang menjadi andalan pariwisata Bali adalah wisata tirta, seperti diving, snorkling, olah raga air dan banyak lagi aktifitas di perairan.

"Daya tarik lain dari Pulau seribu Pura yakni bentangan pantai dari daerah Kuta, Canggu, Tanjung Benoa, Sanur dan pantai-pantai eksotis lainnya. "Tentunya dibalik pesona itu ada bahaya yang mengancam keselamatan para wisatawan tersebut," tutur mantan Kepala Basarnas Bali ini.

Berdasarkan data musibah Kantor Basarnas Bali pada tahun 2018 tercatat penanganan kondisi membahayakan manusia sebanyak 61 kejadian dan tahun ini dari bulan Januari hingga Agustus sebanyak 31 kejadian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selaku perpanjangan tangan dari Basarnas memiliki tugas melaksanakan siaga SAR 24 jam, melaksanakan operasi SAR, dan pembinaan potensi SAR.

Salah satu upaya dalam memantapkannya yakni melalui latihan SAR yang memang diselengarakan secara rutin setiap tahunnya. "Latihan SAR merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pelayanan SAR di Provinsi Bali secara komprehensif," sambungnya.

Berbagai langkah untuk peningkatan komponen-komponen SAR dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan. Peningkatan dan pemutakiran sarana dan prasarana SAR dilaksanakan secara bertahap dan terencana dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Hal tersebut semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kinerja Basarnas yang berujung akan peningkatan keberhasilan dalam pelaksanaan operasi SAR.

Dia melanjutkan, keberhasilan Basarnas tak bisa dicapai maksimal apabila tidak ada kerjasama dan koordinasi yang baik bersama instansi berpotensi SAR lainnya. Setelah pembukaan pada latihan hari ke dua akan dilakukan simulai penyelamatan korban di perairan.

Tanjung Benoa menjadi lokasi yang dipilih sebagi tempat praktek lapangan. Kemampuan dan kesiapan tim SAR diuji dalam operasi SAR 4 orang korban yang terbawa arus saat snorkling. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua