menu
search

Bank Commonwealth Hadirkan Kantor Cabang Berkapabilitas Digital Pertama di Bali

Jumat, 13 September 2019 : 00.00
Pembukaan Kantor Cabang kedua Bank Commonwealth di Sunset Road, Kuta Badung
Badung - Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati menegaskan kehadiran kantor cabang di Jalan Sunset Road, Kuta itu merupakan cabang berkapasitas digital yang pertama di Bali.

Cabang berkapabilitas digital ini sebelumnya telah hadir di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Meskipun banyak nasabah menggunakan channel digital dalam bertransaksi, namun masih tetap membutuhkan cabang bank.

Melancir data dirilis Deloitte pada awal 2019, terungkap kantor cabang menjadi pilihan utama terkait dengan transaksi perbankan untuk produk yang kompleks.

Sebanyak 68 persen nasabah datang ke cabang untuk mendapatkan pinjaman untuk melakukan pengajuan pinjaman dan 69 persen. menerima datang ke cabang untuk mendapat persetujuan manajemen kekayaan.

"Kehadiran cabang berkapabilitas digital di Sunset Road ini merupakan cabang berkapabilitas digital pertama di luar Pulau Jawa dan kami berharap dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali yang masuk dalam lima provinsi terbesar Bank Commonwealth dari sisi jumlah nasabah," ujar Lauren saat persemian Kantor Cabang Pembantu Bank Commonwealth Sunset Road, Kuta, Kamis 12 September 2019.

Dipilihnya lokasi tersebut karena adanya potensi dan peluang besar di sektor pariwisata, dengan banyaknya wisatawan asing.

Sementara, Kepala OJK Regional Bali-Nusra, Elyanus Pongsoda, saat menyampaikan sambutan berharap dengan pembukaan cabang Bank Commonwealth di kawasan Kuta, dapat mendorong pihak perbankan untuk lebih banyak penyaluran kredit produktif di Pulau Dewata.

"Peningkatan kredit produktif, merupakan kontribusi nyata perbankan dalam pembangunan daerah, sehingga akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali," tegas Elyanus.

Disebutkan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 9,26 persen (yoy) pada Juli 2019, yang sebagian besar berupa tabungan dan deposito masing-masing sebesar 46,83 persen dan 38,85 persen.

"Kredit diberikan sebesar Rp90,08 triliun, sebagian besar berupa kredit sektor produktif (modal kerja dan investasi) sebesar 61,07 persen," tutupnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua