Artipena Bali Dikukuhkan, Siap Bentengi Kampus dari Penyalahgunaan Narkoba

Jumat, 27 September 2019 : 16.37
Pelantikan DPW Artipena Bali di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar
Denpasar - Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) masuk di lingkungan kampus.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Bali yang merupakan sudah sangat mengkhawatirkan mengingat Bali sebagai destinasi tujuan wisata dunia dan etalase pariwisata nasional.

Perguruan tinggi juga menjadi salah satu target sasaran para bandar narkoba.

Wakil Ketua III DPW Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Bali, Dr. Radendra Suastama menegaskan, perguruan tinggi se-Bali harus bersinergi dan bergandengan tangan, berkoordinasi secara intens untuk mencegah agar kampus-kampus kita yang menjadi sasaran pengedaran narkoba dapat dikendalikan.

"Dengan begitu, pengedaran narkoba di Bali semakin sempit ruang geraknya," tukas Radendra saat pengukuhan DPW Artipena Bali di Aula Sekretariat DPW Artipena Bali ITB STIKOM Bali, Denpasar, Jumat (27/9/2019).

Randendra mengungkapkan, pembentukan DPW Artipena Bali merupakan salah satu wujud Implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat," terang Radendra.

Menurutnya, Perguruan tinggi selain memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas, perguruan tinggi juga memiliki tanggungjawab sosial dalam mendukung program pemerintah dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Kita akan berkomitmen lebih kuat lagi dalam melawan penyalahgunaan narkoba, dan kita menggandeng beberapa lembaga yang secara tupoksinya sudah ditugaskan oleh negara untuk memberantas narkoba, seperti BNN, Kapolda Bali, Gubernur Bali, dan pemerintah daerah lainnya, sehingga tindakan kita ini menjadi sangat bermakna dan berarti," tegasnya lagi.

Prosesi pelantikan dihadiri Perwakilan BNN Provinsi Bali, Perwakilan Gubernur Bali, Kepala LLDIKTI Wikayah VIII Bali-Nusra, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Swasta se-Bali, dan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Bali.

Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta dilantik menjadi Ketua DPW Artipena Bali yang dibantu 3 wakil ketua, yaitu I Made Legawa, Gede Putu Darma Suyasa, P.hD., dan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama. yang merupakan Ketua Yayasan Handayani Denpasar.

Sedangkan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan dilantik menjadi sekretaris dan Selvianti Joenoes, SH.,MH. menjadi bendahara.

Ketua DPW Artipena Bali, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., mengatakan perguruan tinggi di Bali sejatinya telah mengdeklarasikan diri sebagai kampus anti narkoba. Bahkan setiap penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa diberikan pencerahan tentang bahaya narkoba oleh BNN dan pihak kepolisian.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra, Prof. Dasi Astawa, berharap terbentuknya DPW Artipena Bali, perguruan tinggi mampu menyadarkan mahasiswa sebagai generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba.

"Narkoba dapat merusak generasi muda, bahkan meluluhlantahkan masa depan anak muda bangsa," katanya menegaskan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi Bali yang mewakili Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suasta berharap, Artipena dapat menjadi kekuatan dan energi baru dalam program P4GN di semua perguruan tinggi di Bali.

"Nyatanya, BNNP Bali sudah sejak dini telah melakukan sosialisasi P4GN hampir di seluruh perguruan tinggi, terbukti saat ini tingkat prevalensi narkoba di Bali turun dari peringkat 11 secara nasional menjadi peringkat 23 pada tahun 2018," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi