menu
search

Sutopo Purwo Nugroho Diabadikan dalam Patung dan Gedung Serbaguna di BNPB

Kamis, 01 Agustus 2019 : 16.58
Peresmian ruang diinisiasi BNPB untuk memberikan apresiasi dan penghormatan tertinggi atas jasa dan dedikasi Pak Topo terhadap penanggulangan bencana/humas bnpb
Jakarta - Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya nama Sutopo Purwo Nugroho diabadikan dalam patung dan nama gedung serba guna di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Peresmian ruang diinisiasi BNPB untuk memberikan apresiasi dan penghormatan tertinggi atas jasa dan dedikasi almarhum terhadap penanggulangan bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meresmikan ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho yang berada di lantai 15 Graha BNPB, Jakarta (1/8/2019).

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan menarik tirai oleh Kepala BNPB yang didampingi oleh Retno Utami, istri mendiang Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatinmas) Sutopo Purwo Nugroho beserta keluarga.

Usai peresmian ruang Dr. Sutopo Purwo Nugroho, acara dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada tiga insan yang dinilai memiliki kontribusi untuk negeri dalam lingkup pelestarian lingkungan dan edukasi serta mitigasi bencana.

Penghargaan kepada Sutopo Purwo Nugroho, sebagai sosok pahlawan kemanusiaan yang telah turut membesarkan nama BNPB. Penghargaan Pengabdian Insan Kemanusiaan Dharma Widya Argya.

"Pengabdian dan jasa-jasanya dalam menyumbangkan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan di bidang kebencanaan" merupakan refleksi dedikasi luar biasa di saat menderita penyakit kanker tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabarkan kepada publik, berita kebencanaan," terang Doni.

Pak Topo, panggilan akrab Sutopo, selalu cepat untuk menginformasikan kepada media massa atau pun melawan berita hoaks terkait bencana melalui media sosial. Ditegaskan Doni, penghargaan yang diberikan kepada Pak Topo juga sebagai refleksi dedikasi yang tinggi dalam penanggulangan bencana.

Di mata Doni, sosok pak topo sebagai tokoh komunikasi kemanusiaan patut untuk terus dilanjutkan. Meskipun pak topo telah berpulang pada 7 juli 2019, namun satu pesan yang selalu disampaikan almarhum, agar selalu menggaung di telinga siapapun yang mengenal alumnus UGM Yogyakarta itu.

"Hidup itu bukan soal panjang atau pendeknya usia, namun seberapa besar kita dapat membantu orang lain," ucap Doni mengutip pesan Pak Topo. Penerima penghargaan lainya yakni Reksa Utama Anindha atau "Penjaga bumi yang penuh kebijakan" ialah Mbah Sadiman.

Pria berusia 63 tahun asal Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah itu sukses menghijaukan perbukitan tandus seorang diri. Selain kini menjadi asri, hasil jerih payah Mbah Sadiman yang juga bisa dirasakan oleh warga yaitu sumber mata air alami.

Meski dalam usia senja, semangat mbah Sadiman dalam menanam segala jenis pohon selalu membara.

Bukit yang dulu gersang dan selalu mendatangkan musibah seperti banjir bandang, kekeringan hingga kebakaran lahan kini disulap menjadi hijau serta bisa dinikmati siapa saja berkat Mbah Sadiman.

"Kita butuh ribuan orang seperti Mbah Sadiman. Meski usia sudah 63 tahun, beliau ini masih segar bugar dan semangat untuk menanam pohon. Bahkan alasan kenapa beringin yang ia tanam, antara lain selain kuat, penyuplai air dan udara, beringin juga dipercaya ada 'penunggunya', jadi warga tidak berani tebang. Ini unik dan menarik," sebut Doni.

Kemudian, penghargaan khusus insan media Citra Dharma Bhakti atau "Insan dengan Pengabdian dalam bidang jurnalistik," diberikan oleh Ahmad Arif, jurnalis media Harian Kompas atas beberapa karyanya yang berhubungan dengan kebencanaan.

Apa yang dituangkan Arif melalui tulisannya itu telah berhasil mengubah perspektif warga terhadap bencana. Arif yang berprofesi sebagai jurnalis sejak 16 tahun lalu mulai menulis tentang pentingnya pengetahuan kebencanaan ketika ia ditugaskan meliput bencana tsunami Aceh 2004 silam.

Arif mulanya tidak tahu bahwa setelah gempa besar terjadi maka bisa disusul oleh tsunami. Bahkan hampir tidak ada pengetahuan yang mendasar tentang segala bencana yang mengancam.

Dia kemudian mendedikasikan dirinya untuk mencurahkan segala energi dan pikirannya untuk memberi pengetahuan tentang kebencanaan kepada sesama. Salah satu karya fenomenal Arif adalah Ekspedisi Cincin Api yang dia pelopori bersama media yang melambungkan namanya hingga saat ini.

Usai penganugerahan tersebut, Kepala BNPB juga menjalin kerjasama dengan Bukalapak.com dalam rangka Penanggulangan Bencana. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua