Surya Paloh: Bukan Sekedar Visi Presiden, Indonesia Maju Impian Seluruh Bangsa

Rabu, 14 Agustus 2019 : 21.39
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan: "Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan", di Kampus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).
Jakarta - Indonesia maju bukan sekedar visi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin namun merupakan sebuah impian seluruh bangsa dan negara Indonesia.

"Di fondasi awalnya diletakkan the founding fathers pada landasan konstitusi Indonesia ketika merumuskan pembentukan dan pendirian bangsa," papar Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan: "Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan", di Kampus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Menurut Surya, Bangsa Indonesia dinilai mampu untuk menjadi bangsa yang maju, mandiri dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Syaratnya, Indonesia harus mampu menaklukkan berbagai tantangan yang ada, baik itu tantangan politik, ekonomi, budaya, pendidikan, sumber daya manusia serta tantangan globalisasi dan radikalisme.

"Sebagai bangsa, kita tentu berhak memiliki optimisme dan harapan untuk kita dapatkan, yakni sebuah negara Indonesia yang maju dan hebat," tutur Surya. Ditegaskannya, Indonesia maju bukan sekedar visi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

"Indonesia Maju adalah sebuah impian seluruh bangsa dan negara Indonesia, di mana fondasi awalnya diletakkan the founding fathers pada landasan konstitusi Indonesia ketika merumuskan pembentukan dan pendirian bangsa," tegasnya lagi.

Dari beberapa syarat yang perlu dipenuhi, salah satu yang utama, adalah keseriusan membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi melalui pengembangan sistem pendidikan nasional agar mampu bersaing di era global.

Ditegaskan lagi Surya, pendidikan menjadi aspek penting dalam usaha memajukan suatu bangsa di dunia.

Dengan sistem pendidikan serta desain kurikulum yang bagus, akan dihasilkan sumber daya manusia yang hebat dan berkualitas tinggi pada masyarakat suatu negara, sehingga mampu bekerja secara baik untuk menghasilkan berbagai produk bermutu tinggi yang mampu memiliki daya saing di pasar global.

"Tantangan sistem pasar bebas di era globalilasasi ini menuntut adanya persaingan produk-produk nasional (barang dan jasa) bermutu, agar mampu diterima pasar dunia," ujarnya.

Kemudian syarat lainnya, internalisasi dan penguatan nilai luhur Pancasila. Ideologi Pancasila harus dapat dijadikan rujukan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kata Surya, Pancasila harus direaktualisasikan, sebagai sumber inspirasi yang implementatif bagi pembangunan dan proses demokrasi bangsa.

Syarat lainnya, Indonesia harus memerangi dan membumihanguskan paham dan ideologi radikal. Atas masalah ini, dalam realitas kehidupan sosial kebangsaan, Indonesia terus mengalami ujian.

Saat ini, Indonesia seakan dibuat sulit membangun pandangan kebangsaan di antara anak bangsa sendiri yang berbeda-beda.

Kondisi ini membawa Bangsa Indonesia merasa seperti trauma karena mengalami goncangan akibat merebaknya tindakan terorisme oleh sekelompok orang dengan tujuan menghancurkan pihak lain, sehingga seakan terjadi perang sesama anak bangsa.

Tentu saja, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Sebab akan menjadi menjadi besar dari waktu ke waktu dan pada akhirnya akan menjadi masalah besar bagi bangsa di masa depan.

Karenanya, paham dan ideologi radikal harus diberantas hingga ke akar-akarnya dan dibumihanguskan dengan menerapkan prinsip zero tolerance to radicalism and terrorism di Indonesia.

"Bangsa ini tentu tidak bisa membangun negaranya dengan baik apabila paham dan ideologi radikal ini terus dibiarkan berkembang di republik ini. Karena akan terus dihambat dengan berbagai praktik teror, kekerasan," demikian Surya. (rhm)

Rekomendasi