menu
search

Semester Pertama 2019, Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp1,8 Triliun

Selasa, 13 Agustus 2019 : 21.46
Regional Head Bali Nusra Danamon, Agus Indrawan
Denpasar - Pada semester pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan Iaba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) mencapai hingga Rp 1,8 triliun. Adapun total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tercatat tumbuh 11% menjadi Rp 148 triliun pada semester pertama tahun 2019 dibandingkan setahun sebelumnya.

Regional Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Bali-Nusa Tenggara I Gusti Agus Indrawan    Agus Indrawan, mengumumkan Iaporan keuangan untuk semester I tahun 2019, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon” atau “Bank’).

Selain itu, bank juga mencatatkan pertumbuhan di sisi simpanan. Untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 8%. sementara Deposito naik 16% dibandingkan setahun sebelumnya.

"Sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94.1%, sekaligus telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP)," tutur Agus dalam keterangan resminya di Denpasar, Selasa (13/8/2019).

Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia.

Fokus Bank dalam beberapa inisiatif penting di semester pertama tahun 2019 telah membantu kami untuk mempercepat pertumbuhan kredit. Tuntasnya proses penggabungan dan investasi MUFG di Danamon juga membuka peluang baru dan kolaborasi untuk Danamon yang baru dan Iebih kuat.

Peningkatan pada jaringan digital serta kualitas layanan secara keseluruhan terus menunjukkan basil. Kredit yang kami salurkan terus bertumbuh di sejumlah segmen kunci, termasuk Consumer Mortgage. Enterprise Banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

Pada semester pertama tahun 2019, kredit Consumer Mortgage tumbuh 28% menjadi Rp 8.8 triliun secara setahunan. Sementara kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan lnstitusi Keuangan atau EB & Fl naik 15% menjadi Rp 44,3 triliun.

Ditambahkan, segmen Perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 35,0 triliun.Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 12% secara setahunan menjadi Rp 53.9 triliun pada semester pertama 2019.

Pertumbuhan sehat ini didukung pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 14% menjadi Rp 147,1 triliun secara setahunan.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. Pasca penggabungan dengan BNP, CAR konsolidasian dan CAR Bank-onty masingmasing berada pada posisi 21.7% dan 22,2%.

Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 8% menjadi Rp 54,7 triliun, sementara Deposito naik 16% menjadi Rp 63,0 triliun.

Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential lntermediation Ratio pada posisi 97,3% menunjukkan likuiditas Bank yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kedepan. Danamon juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun di bulan Mei 2019.

Ditagaskan Agus Indrawan, Bank Danamon terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disipiin.

“Rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 3,2% dibandingkan 3,3% di akhir semester pertama tahtm 2018. Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) juga membaik di posisi 2.5% dibandingkan 2.6% setahun sebelumnya,” tandas Gus Lopes, sapaannya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua