menu
search

Miss Tourism International (MTI) 2020 Digelar di Bali

Selasa, 06 Agustus 2019 : 14.41
Wagub Cok Ace saat menerima audensi tim panitia Miss Tourism International di ruang kerjanya, Senin (5/8/2019).
Denpasar - Gelaran Miss Tourism International (MTI) sebagai ajang promosii pariwisata bakal digelar di Bali pada April tahun 2020. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyatakan dukungannya kepada gelaran tersebut.

“Digelarnya event internasional ini, terlebih akan menghadirkan peserta dari berbagai negara,” kata Wagub saat menerima audensi tim panitia Miss Tourism International di ruang kerjanya, Senin (5/8/2019).

Cok Ace, sapaannya, menekankan bahwa Bali sudah teruji sebagai tuan rumah dari berbagai acara bertaraf internasional dan terbukti, bisa berjalan dengan sukses.

“Seperti miss world juga pernah terselenggara dengan baik beberapa tahun lalu, dengan dukungan dari akomodasi, penerbangan, kamar hotel serta keamanan, akan memberikan jaminan akan kenyamanan para peserta,” kata penglingsir Puri Ubud ini.

Pihaknya melihat acara ini akan berdampak bagus untuk Bali, dimana orang dari seluruh dunia datang dan mempromosikan Bali, minimal lewat media sosial.

Dia juga menyarankan agar panitia penyelenggara juga bekerjasama dengan berbagai asosiasi pariwisata, hotel hingga restoran guna mendapat dukungan lebih jauh lagi untuk kelancaran.

President and Franchise Owner MTI, Tan Sri Datuk Danny Ooi menjamin acara ini akan memberikan dampak bagi Bali, terlebih Pulau Dewata punya kultur budaya yang sangat beragam yang sangat layak untuk dipromosikan.

“Ajang ini sangat berhubungan dengan industri pariwisata, apalagi Bali adalah wajah Indonesia dai dunia pariwisata internasional,” ujar Danny. Memasuki edisi ke-25 di tahun 2020, ajang kecantikan yang mengangkat advokasi pengenalan pariwisata ini diadakan sejak tahun 1994.

Miss Tourism International memiliki motto “Embracing Beauty, Welcoming Cultural Diversity”. "Sebanyak 45 negara dari lima benua, yang akan mengirimkan para wakilnya, bersaing memperoleh mahkota Miss Tourism International," katanya.

Indonesia sendiri sudah berpartisipasi sejak tahun 2008 dan tahun ini memasuki tahun ke-10 keikutsertaan Indonesia. Selain malam final, keseluruhan peserta juga akan mengikuti beragam aktifitas dan penilaian dari para juri.

Setiap hari selama karantina akan dipromosikan melalui sosial media.

"Mereka juga mengkuti sesi promosi budaya ciri khas, lokasi-lokasi wisata dan ikonik, hingga budaya kuliner tuan rumah, juga ada sesi penghijauan dan kampanye energi terbarukan,” imbuhnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua