menu
search

Menyelam Pasang Tali Rumpon, Nelayan Hilang di Perairan Buleleng

Senin, 12 Agustus 2019 : 14.45
Tim SAR melakukan pencarian nelayan yang hilang di perairan Buleleng/Humas Basarnas Bali
Buleleng - Made Pica (45) nelayan asal Banjar Dinas Celangi Bantes, Desa Bondalem, Buleleng dilaporkan hilang saat menyelam memasang tali rumpon di perairan Buleleng, Bali, Minggu (11/08/2019).

Made Pica (45) pergi melaut dari Pantai Sang Bingin Desa Bondalem Kecamatan Tejakula sekitar pukul 03.00 Wita menuju rumpon miliknya untuk mencari ikan. Sebelum kejadian, korban bersama dengan rekannya menggunakan perahu bermesin dorong.

Laporan kejadian diterima pada pukul 08.05 Wita dari Wayan Sartika. Diinformasikan, Pica hilang ketika menyelam dan hendak memasang tali dalam kondisi masih gelap.

“Ada 2 rekannya yang ikut melaut saat itu dan mereka sempat melakukan pencarian namun tak menemukann, hanya tali yang dibawa korban sudah mengambang,” uangkap I Made Junetra selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), dalam keterangan resminya, Senin (12/8/2019).

Tim rescue dari Pos SAR Buleleng yang dilengkapi peralatan SAR air. Pencarian awal dilakukan menggunakan rubber boat dengan 3 orang personil dan mengarah ke utara dari Pantai Bondalem, namun setelah penyisiran korban tak berhasil ditemukan.

Junetra menjelaskan, Sorti berikutnya tim SAR gabungan menggunakan 3 buah jukung untuk fokus pencarian di seputaran rumpon, dimana posisi korban hilang.

“Tim SAR gabungan sudah berupaya melakukan pencarian namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban, kemungkinan sementara ia terbawa arus bawah laut,” jelas Junetra.

Perairan di Buleleng sudah sering kejadian adanya nelayan yang hilang dan beberapa diantaranya hingga kini belum bisa ditemukan. Operasi SAR hari kedua kembali dilanjutkan mulai pagi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, Pol Air Polres Buleleng, Polsek Tejakula, Kelompok Nelayan Arta Bakti Baruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan potensi SAR lainnya sudah melakukan penyisiran dan juga berkoordinasi dengan nelayan setempat yang melintas di sekitar perairan tersebut.

Junetra menghimbau kepada nelayan yang melaut agar memperhatikan keselamatan dan sebaiknya melengkapi diri dengan pelampung.

Jika hendak melakukan aktivitas yang beresiko, seperti menyelam di laut agar memikirkan keselamatan diri terlebih dahulu, apabila peralatan terbatas bisa menggunakan tali cadangan yang diikatkan.

"Sehingga teman yang ada di permukaan bisa memantau pergerakan dan mengambil tindakan cepat jika terjadi sesuatu,” imbuhnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua