Menteri Eko Kunjungi Tabanan Kucurkan Aneka Bantuan

Jumat, 23 Agustus 2019 : 00.29
Menteri Desa Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo mengunjungi Tabanan disambut Bupati Eka Wiryastuti
TABANAN - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dalam rangka Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Shiny di lima Kecamatan di Kabupaten Tabanan mengunjungi Banjar Singin, Selemadeg, kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8/2019).

Kedatangan Menteri Eko, di Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional SHINY tersebut juga sekaligus dalam rangka penyerahan sembilan item bantuan di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan.

Hal itu dilakukan untuk mendorong produksi ekonomi agar memiliki nilai tambah dengan memadukan sektor hulu dan hilir, memperkuat posisi tawar terhadap pasar, tidak hanya sebagai penerima harga tetapi sebagai penentu harga serta mencegah kompetisi tidak sehat dengan menguatkan kolaborasi antar Desa.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan selamat datangnya mengungkapkan, bahwa Kabupaten Tabanan merupakan lumbung pangannnya Bali, sehingga pembangunan sektor pertanian di Tabanan menjadi prioritas utama yang disinergikan dengan sektor lainnya di antaranya sektor pariwisata.

Didukung alam yang indah, memungkinkan Tabanan dalam membangun sektor Pertanian berbasis Pariwisata. “Kami bersyukur mempunyai alam yang kaya,” ujarnya.

Bupati Eka meyakini, dengan mengembangkan pembangunan dari pinggiran melalui tools kawasan perdesaan, maka akan mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat dan meningkatkan kualitas pembangunan serta pemberdayaan untuk peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kami punya petani, nelayan juga ada peternak, maka dari itu kami bentuk BUMDes di Kabupaten Tabanan. Dengan tujuan bisa menampung, dan memasarkan prroduk-produk lokal yang merupakan produksi dari masyarakat Tabanan,” ungkapnya.

Bupati Eka menjelaskan, dari 133 Desa di Kabupaten Tabanan, saat ini telah ada 93 BUMDes yang telah melakukakan produksi. Bumdes tersebut yang mengolah hasil dari petani. Salah satu contoh beras merah, sekarang ada beberapa varian beras merah. Ada teh, ada untuk spa.

"Produk pertanian kalau diolah harganya bisa jauh lebih mahal dari beras merah biasa. Begitupun dengan olahan-olahan lainnya. Kalau desa sudah makmur, tentunya kecamatan dan kabupaten kecipratan majunya,” ujarnya.

Menanggapai pemaparan Bupati Tabanan, Menteri Eko memberikan apresiasinya dan menyebut Bupati Tabanan memiliki energi yang luar biasa dalam membangun sektor pertanmian dan pedesaan di Kabupaten Tabanan.

“Mungkin itu yang membuat Tabanan maju dengan cepat," pujinya.

Pada kesempatran tersebut, Menteri Eko juga mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Tabanan dan jajarannya karena selama lima tahun ini telah membantu dan mendukung program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Saya ucapkan terimakasih karena dalam lima tahun ini telah mengelola dana desanya dengan baik. Saya yakin Tabanan dengan alamnya yang sangat bagus, di bawah kepemimpinan Bupati Eka akan mengembangkan Pertanian dan Desa Wisata di Tabanan,” ujarnya.

Menteri Eko juga berpesan didalam membangun kawasan Pertanian berbasis Pariwisata harus memiliki sebuah inovasi dan terobosan-terobosan baru. Seperti yang dilakukan oleh desa-desa yang telah sukses memadukan sektor Pertanian dengan Pariwisata.

“Saya yakin Tabanan bisa lebih maju, sehingga ada desa maju baru di Tabanan. Pariwisata memang paling cepet mendapatkan pendapatan bagi desa,” ungkapnya.

Menurut Menteri Eko, dalam mempercepat pertumbuhan pertanian berbasis pariwisata, maka hal terpenting adalah kawasan yang kita bangun bebas dari sampah plastik.

“Kalau bisa Ibu buat Perda melarang sampah plastik. Tanpa komitmen dari kita, maka akan sulit pariwisata kita berkembang. Jangan sampai karena sampah plastik, kita diboikot oleh negara negara lain,” katanya.

Usai memberikan sambutan, Menteri Eko dan Bupati Eka menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petani di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan.

Bantuan yang diberikan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Kabupaten Tabanan cukup beragam.

Rinciannya, Kecamatan Selemadeg mendapat bantuan berupa sarana prasarana pasca panen pertanian, bantuan pengembangan incubator produk unggulan kawasan perdesaan, dan bantuan gudang pasca panen dan peralatan.

Sementara Kecamatan Selemadeg Barat mendapat bantuan pembangunan jalan, embung dan pasar kawasan perdesaan. Kecamatan Pupuan mendapat bantuan pembangunan sarana dan prasarana air bersih, bantuan usaha ekonomi produktif, dan bantuan pengembangan produk unggulan. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi