Menkop Puspayoga Ungkap Posisi Bali Strategis dalam Pengembangan UMKM

Sabtu, 24 Agustus 2019 : 00.00
Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga membuka pertemuan ICSB Indonesia
Denpasar - Menteri Koperasi dan UKM A.A.GN Puspayoga mengatakan Bali sebagai daerah destinasi wisata dunia mempunyai posisi yang sangat strategis dalam pengembangan UKM.

Tentu pariwisata yang berjalan secara baik memberikan secara langsung dampak pada Usaha Kecil Menengah (UKM) diberikan dukungan lewat kreatifitas yang ada.

"Kalau pariwisatanya terangkat, tentunya UKM itu terangkat, sudah pasti. Trading di Bali pasti tinggi. Walaupun produksi dari Jawa misalnya, juga masuk Bali," tambah Puspayoga saat membuka Rapat Kerja Nasional Khusus Internasional Council For Small Business (ICSB) Indonesia, Indonesian SMEs: Reaching the Stars dihadiri pelaku UMKM serta koperasi dari seluruh Indonesia berlangsung di Bali Beach Hotel, Sanur Jumat (23/8/2019).

Kegiatan dihadiri Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman, Chairman International Council Small Business (ICSB) Indonesia dan president ICSB Asia, Hermawan Kartajaya, Jatim Emil Dardak, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Walikota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diani, Wakil Gubernur dan Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara.

ICSB dengan keberadaan di Indonesia melalui Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman, dan Chairman International Council Small Business (ICSB) Indonesia dan president ICSB Asia, Hermawan Kartajaya.

Tentu ini tidak berjalan gampang, namun harus serius dengan tanggungjawab membangun kemudahan impor. ICSB kita fokuskan pada ekspor yang telah memiliki jaringan internasional serta didukung dengan program dari pemerintah pusat.

“Mari kita manfaatkan program ini dan berfokus pada ekspor yang bisa menumbuhkan peningkatan infestasi dan ekspor, sehingg ICSB hadir di Indonesia sangat strategis,” ujarnya.

Wali Kkota Rai Mantra mengatakan keberadaan ICSB di Indonesia sangat strategis sekali serta hal ini menjadi moment penting dalam membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.

Rai Mantra menyampaikan UMKM di Kota Denpasar dengan akses legalitas cukup dilakukan melalui kecamatan dengan akses konekting langsung ke Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan LPD.

Tercatat sampai saat ini di Kota Denpasar terdapat 31.800 lebih UMKM dengan pertumbuhan per tahun mencapai 1.500.

“Bagi kami UMKM di Denpasar tidak lagi berbicara legalitas dan permodalan namun pembenahan pada maindset, karena UMKM menjadi tugas kita dalam mendorong dan menciptakannya,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Denpasar tercatat 4,6 persen jumlah interpreneurship small industry.

“Ini menjadi studi kasus kita dan gimana caranya mengembangkan dan membangkitkan UMKM dengan mapping di tataran Pendidikan SMA/SMK dalam memberikan pelajaran small bisnis,” ujarnya. (riz)

Rekomendasi