Manfaatkan Dana Desa, Kader Perempuan Berdayakan Penyandang Disabilitas di Bali

Sabtu, 17 Agustus 2019 : 07.30

Kader perempuan desa di Kabupaten Tabanan, Louis Virgoana
Denpasar - Masyarakat kini bisa merasakan manfaat dana desa untuk berbagai kegiatan yang bisa mendorong perekonomian masyarakat.
Sejumlah kader perempuan di Kabupaten Tabanan Bali, cukup berperan penting dalam mendorong ekonomi masyarakat melalui pendampingan yang dilakukan terhadap kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan atau kurang mendapat perhatian pemerintah.

Louis Virgoana, kader penggerak pembangun desa dan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Tabanan mengungkapkan,  awalnya menemui kendala saat mengakses informasi ke pemerintahan desa, perihal APBDes, RPJM dan lainnya.

"Setelah saya meyakinkan bahwa tujuan kami ingin memberdayakan masyarakat yang kurang mendapat perhatian agar mandiri, baru pihak desa memberikan informasi," ujar Loius di sela pelatihan jurnalis mengusung tema perspektif gender dalam jurnalisme di Kuta 15-16 Agustus 2019.

Ternyata, kata Loius ada dana cukup besar, yang dikelola desa yang selama ini tidak diketahui masyarakat.

Karena itulah, setelah melakukan pendataan terhadap warga yang terpinggirkan seperti lansia dan penyandang disabilitas, dibuatlah proposal usulan kegiatan pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan diusulkan seperti penanganan sampah bernilai ekonomis, pembuatan bokor atau sarana upacara persembahyangan.

"Kami usulkan program kegiatan pendampingan pelatihan untuk mereka seperti pembuatan bokor dan peralatan upacara keagamaan lainnya,  sehingga produknya diterima pasar," imbuh Loius yang tinggal di Banjar Tunggal Sari Desa Dauh Peken .

Selama ini, banyak kaum disabilitas yang memiliki potensi tersembunyi namun tidak bisa dioptimalkan.

"Karena itulah kami lakukan pemberdayaan masyarakat utamanya kaum perempuan, agar bisa melakukan sesuatu yang bisa memberian manfaat bagi diri dan keluarganya," imbuh Louis dalam pelatihan yang dihelat Search for Common Groud dan didukung Uni Eropa itu.


Ni Wayan Budawati
Hal sama disampaikan Ni Wayan Budawati sebagai kader perempuan desa, dirinya terus menggalang potensi masyarakat terutama kaum perempuan dan penyandang dan disabilitas seperti lansia, agar bisa memperkuat ekonomi keluarga.
Dia mencontohkan, melalui usulan untuk pamanfaatan dana desa yang telah disetujui digunakan kegiatan pelatihan, mendatangkan traine atau instruktur yang berkompeten.

Setelah mereka mendapat pelatihan selain untuk kepentingan mereka sendiri dalam mengembangkan potensi ekonomi rumah tangga, juga ditularkan kepada masyarakat lainnya.

"Fokus kami untuk penguatan ekonomi, sehingga ibu-ibu dalam pelatihan yang diberikan sesuai potensi dan keahlian seperti dalam pembuatan perlengkapan upakara persembahyangan hingga pembuatan kue kering," imbuh kader desa di Desa Dajan Peken, Kecamatan Marga, Tabanan.(rhm)

Rekomendasi