menu
search

Hadapi Persolan Sama, RI dan Chili Sepakat Tangani Sampah Plastik

Jumat, 30 Agustus 2019 : 15.16
Aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Mertasari, Denpasar
Denpasar - Masalah sampah menjadi isu dunia yang mendapat perhatian dunia termasuk Indonesia dan Chili yang terus meningkatkan kerja sama dalam menangani masalahs sampah plastik.

Dalam kerangka kerja sama itu pula, Kemenko Kemaritiman RI dan Kedutaan Besar Negara Chili untuk Indonesia dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, Lantamal V, Koarmada II, menggelar Beach Clean Up 2019 di Pantai Merta Sari Dream Island Kota Denpasar, Jumat (30/8/2019).

Aksi bersih-bersih pantai dari sampah plastik melibatkan berbagai stakeholder di Pemerintahan Kota Denpasar dan unsur maritim lainnya.

Personel Lanal Denpasar nampak terlibat aktif dalam upaya memerangi sampah plastik yang ada disepanjang pantai Merta Sari Kota Denpasar bersama-sama dengan ABK Kapal Latih BE. Esmeralda yang saat ini sedang melaksanakan kunjungan muhibah ke Bali.

Turut hadir Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Kebudayaan Maritim, Kemenko Maritim RI, Safri Burhanudin serta Duta Besar Negara Chili untuk Indonesia, Mr. Gustavo Ayares Ossadon.

Dalam kesempatan itu, Safri menjelaskan, fokus utama kerjasama Indonesia dengan Negara Chili terkait masalah kemaritiman termasuk perubahan iklim yang akan dibahas pada forum APEC tahun ini di Chili adalah isue tentang ekonomi dan lingkungan.

Diketahui bersama isue tentang sampah plastik bukan hanya menjadi isue suatu negara. Sampah plastik yang ada di seluruh dunia beredar melalui laut yang tidak ada batasannya.

"Pemerintah Chili menaruh perhatian terhadap sampah. Permasalahan ini juga akan dibahas pada pertemuan beberapa negara tingkat dunia. Mereka akan mengusung kerja sama dalam penanganan sampah," tegas Safri.

Duta Besar Negara Chili untuk Indonesia mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Negara Chili didasari pada persamaan kondisi geografis dimana Negara Chili yang terletak di Benua Amerika memiliki wilayah lautan yang cukup luas.

"Sama dengan Indonesia. Chili menghadapi kondisi tersebut. Chili dan Indonesia memiliki kerawanan yang sama dalam menangani kasus bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan daerah gunung api aktif," tandasnya.

Sementara, Komandan Kapal BE. Esmeralda, Capt Claudio Maldonado menjelaskan, kunjungan muhibah kapal ini ke Indonesia adalah dalam rangka pelayaran keliling dunia dan wisata ke Bali.

Kapal membawa 286 personel ini merupakan kapal latih taruna Angkatan Laut Chili yang digunakan memberikan pelatihan kepada siswa taruna yang disiapkan untuk menjadi pelaut dan ditugaskan di kapal perang Chili. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua