menu
search

Gunung Batukaru Bali Terbakar, Pura Luhur Kedaton Aman

Selasa, 13 Agustus 2019 : 06.34
Puncak Gunung Batukaru di Penebal, Tabanan terbakar/BPBD Bali
Tabanan - Kebakaran melanda puncak Gunung Batukaru di Kabupaten Tabanan Bali pada Senin 12 Agustus 2019 malam. Gunung dengan tinggi 2.200 meter dari permukaan laut (mdpl) termasuk gunung yang tidak aktif.

"Informasi yang kami terima kebakaran terjadi sekira pukul 21.30 wita di Puncak Gunung Batukaru," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) I Made Rentin dalam keterangan resminya.

Diketahui, di gunung tersebut memiliki Pura Sad Kayangan Pura Luhur Batukaru yang merupakan istananya Dewa Mahedewa, berada di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel

Warga sekitar mengaku melihat adanya titik api di puncak, bahkan beberapa masyarakat di Mengwi - Badung juga melihat langsung adanya api tersebut mengingat Gunung Batukaru nampak jelas di arah barat dari beberapa Desa di Kecamatan Mengwi.

Sekitar pukul 23.30 Wita warga masyarakat masih berkumpul ramai saat beberapa pejabat hadir melakukan peninjauan.

Rentin juga turut berbaur dengan masyarakat bersama Wakil Bupati Tabanan, Sekda Tabanan, Asisten II, Wakapolres, Camat Penebel, dan Jero Bendesa Adat, serta dari unsur Relawan (ORARI dan RAPI).

Data yang berhasil dihimpun di lapangan, terdapat beberapa kelompok sudah mendaki ke Puncak untuk melakukan penanganan / padaman apk, diantaranya 15 orang berangkat dari Jatiluwih, dari Batukaru 5 kelompok sekitar 60 orang, dan dari Pujungan sekitar 24 orang.

Yoga salah satu relawan yang pertama kali tiba di puncak bersama beberapa rekan lainnya, menuturkan, kebakaran diperkirakan dengan luas sekitar 3 are.

Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin bersama pejabat Pemkab Tabanan memantau langsung sekitar lokasi kebakaran di Gunung Batukaru/BPBD Bali
"Pura Luhur Puncak Kedaton aman dan terhindar dari api," sambungnya. Posisi api di sekitar barat daya Bale Semanggen, terdapat 3 Pelinggih serta di Utama Mandala terdapat Pelinggih Bebaturan, semuanya aman jauh dari api.

Paku mas (tanaman hutan) yang lapuk dan cenderung kering diduga pemicu kebakaran karena sangat riskan terbakar. Rentin melanjutkan, masyarakat sebagai relawan yang melakukan penanganan berupaya memadamkan api dengan upaya pemutusan api agar tidak meluas.

Sebagian besar api sudah padam tetapi sekam (bara) masih ada di beberapa titik, sehingga kelompok yang bertugas malam ini (subuh) akan bergantian dengan kelompok lain yang akan bertugas besok pagi.

BPBD Provinsi Bali (Selasa 13/8/2019) akan mengirim beberapa bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat dan petugas pemadam, juga dukungan APD (alat pelindung diri) berupa masker serta peralatan pemadaman api seperti cangkul dan sabit yang dipergunakan untuk memutus semak agar api tidak meluas.

"Nihil korban jiwa akibat kejadian kebakaran ini," demikian Rentin. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua