Gubernur Koster Target Genjot Pertumbuhan Ekonomi Hingga 7 Persen

Sabtu, 24 Agustus 2019 : 01.00
Gubernur Bali I Wayan Koster
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster akan terus menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali semakin lebih baik dari sebelumnya hingga mampu tumbuh di kisaran angka 7 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu diharapkan dampaknya justru akan lebih dinikmati manfaatnya oleh kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Hal itu disampaikan saat memberi sambutannya dalam acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali di Kantor perwakilan BI Provinsi Bali, Renon, Denpasar Jumat (23/8).

Pertumbuhan ekonomi Bali selama ini sudah cukup baik, namun sebetulnya secara potensi dan peluang masih dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Masih ada potensi besar yang bisa diakselerasi, dipercepat. Pola ekonomi di Bali selama ini sebenarnya masih lebih banyak disebabkan faktor alamiah, belum sepenuhnya didukung dengan intervensi kebijakan dari pemerintah daerah,” ungkap pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.

Supaya mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali semakin lebih baik, dengan mengoptimalkan segala potensi dan peluang yang dimiliki, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pemetaan yang dilanjutkan dengan pembuat desain.

Sekarang, dirinya sedang desain agar pertumbuhan ekonomi di Bali bisa lebih meningkat. Akselerasi (pertumbuhan ekonomi, red) ke depannya menjadi lebih cepat lagi, lebih fundamental.

Melalui Kebijakan dan regulasi, lalu dikelola maksimal dengan sistem yang tepat, sinergis, sinkron. Maka menurut perhitungan saya pertumbuhannya bisa mencapai tujuh persen,” kata Gubernur Koster.

Dia berharap, dari pertumbuhan ekonomi tersebut akan berdampak secara merata, terutama untuk kelompok ekonomi menengah ke bawah akan paling bisa menikmatinya secara langsung.

“Saya petakan semua potensi dan turunan kebijakan untuk memacu itu. Diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung agar nantinya pertumbuhan ekonomi yang berjalan benar-benar menukik pada masyarakat bawah. Kita galakkan lagi industri kecil, UMKM, Koperasi dan lainnya,” imbuhnya.

Ditegaskan, Bali sebetulnya secara potensi ekonomi sangat luar biasa. Meski wilayahnya terbilang tidak cukup luas dengan pertambahan penduduk relatif konstan yang berada di kisaran angka 4 juta, tetapi Bali mempunyai kelebihan akan daya pikat sebagai destinasi wisata dunia.

"35-40 persen wisatawan internasional, pintu masuknya adalah Bali. Minimum jumlahnya sampai 7 juta per tahun. Belum lagi wisatawaan domestik, 9 juta lebih jumlahnya.

Kalau ini bisa dikelola dengan baik, ini adalah potensi ekonomi yang bisa didorong untuk menggerakkan ekonomi Bali, hingga ke tingkat UMKM.

Sementara selama ini kondisinya masih belum padu, sinkron. Jalan sendiri-sendiri. Sekarang saya akan kumpulkan semua agar sinergis semua pelakunya, betul-betul jadi penopang ekonomi Bali,” ulas mantan anggota DPR RI ini. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi