menu
search

Gerakan Suksma Bali Solidkan Pemangku Kepentingan Industri Pariwisata dan Masyarakat

Sabtu, 31 Agustus 2019 : 06.07
Badung - Gerakan Suksma Bali atau terima kasih kepada Bali kembali digauangkan untuk makin menyolidkan pelaku industri pariwisata dan non pariwisata serta pemangku kepentingan sehingga lebih dekat dengan masyarakat

Selain pertanian dan perdagangan umum, pariwisata adalah sumber penggerak kehidupan masyarakat Bali. Pariwisata Bali eksis karena keunikan budaya masyarakat Bali dan dirasakan faktanya karena taksu tanah Bali yang sakral.

Industri pariwisata menjadi hulu bagi bisnis-bisnis lainnya termasuk pula menjadi hulu bagi destinasi pariwisata lainnya di Indonesia. Keberadaan budaya Bali yang menjadi daya tarik pariwisata Bali adalah kunci strategis yang patut dihargai.

Oleh karena itu industri pariwisata harus terlibat ikut serta melestarikannya, sehingga tercipta ajeg Bali dan industri pariwisata yang berkelanjutan.

Saat ini sudah cukup banyak refleksi rasa syukur dan terima kasih kepada Bali dalam berbagai manifestasinya, namun dirasakan masih belum cukup pantas dan selaras dengan apa yang diberikan oleh Bali kepada kita semua.

Berdasarkan aspirasi itu, Paiketan Krama Bali mengambil inisiatif untuk mewujudkan sebuah karya nyata dengan harapan semua stakeholders dapat mengekspresikan terima kasihnya lebih rekat secara kejiwaan dan lebih kongkrit secara kekiniannya.

"Gerakan terima kasih kepada Bali ini kami namakan Suksma Bali, yang kami rancang menjadi acara tahunan tetap dan diharapkan ke depan bisa menjadi tradisi tambahan bagi masyarakat khususnya di kalangan industri pariwisata maupun non pariwisata," kata salahssatu penggagas Suksma Bali I Made Rumia Adnyana dalam keterangan resminya, Jumat 30 Agustus 2019.

Tahun 2019, Suksma Bali kembali akan dilaksanakan dengan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali yang akan mengkolaborasikan dengan program program Pemerintah untuk bersama sama berterima kasih kepada Bali dalam bentuk Suksma Parahyangan, Suksma Pawongan dan Suksma Palemahan.

Indonesian Hotel General Manager Chapter Bali tahun ini, kembali dipercaya mengemban tugas ini tentunya juga atas dukungan semua stakeholder pariwisata dan non-pariwisata termasuk juga lembaga lembaga swadaya masyarakat.

Melalui Suksma Bali, pelaku industri pariwisata dan non pariwisata Bali diharapkan menjadi lebih solid dan dekat dengan masyarakat. Dengan Suksma Bali, industri pariwisata dan nonpariwisata Bali diharapkan selalu sadar akan fungsi strategis dan peran budaya Bali.

Suksma Bali diharapkan dapat menciptakan kebersamaan yang lebih kuat sesama warga Bali dan masyarakat yang berdomisili di Bali dari berbagai elemen.Selain itu, sebagai manifestasi refleksi dukungan kepada budaya, lingkungan dan seluruh masyarakat Bali

Dengan gerakan Suksma Bali yang berkesinambungan diharapkan tercipta destinasi Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Cok Ace menyampaikan, kegiatan Suksma Bali diharapkan akan menjadi event tahunan Bali untuk bagaimana menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pulau Bali tercinta ini.

"Kata Suksma Bali memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder Bali. Berterima kasih atau ber-suksma Parahyangan, suksma Palemahan dan suksma Palemahan merupakan bentuk pengimplementasian Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia," tutur Cok Ace.

Pemerintah provinsi Bali akan bekerjasama untuk memadukan program program pemerintah untuk tahun 2019 dan tahun 2020 ini melalui acara tersebut.

Seluruh Stakeholder pariwisata dan non pariwisata mendukung penuh acara ini. Tiga kegiatan utama tahun ini yang pertama adalah berpartisipasi dalam kegiatan world cleanup day tanggal 21 September 2019 sebagai wujud berterima kasih kepada alam/suksma palemahan.

Bekerjasama seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, masyarakat lokal kita akan bersama sama melakukan upaya bersih-bersih di 9 kabupaten/kota se-Bali.

Kedua akan diadakan simposium yang mengambil tema menjaga dan menyelamatkan keberlangsungan air Bali yang kita pahami bersama menjadi perhatian dan concern ke depan.

Ketiga di penghujung tahun akan diadakan social dan charity dinner di mana saat itu akan ada penganugrahan award kepada tokoh tokoh yang memberikan kontribusi besar kepada Pulau Bali. (*)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua