menu
search

Gelar Munas, ATKLRSI Wujudkan Lingkungan Rumah Sakit yang Sehat

Kamis, 08 Agustus 2019 : 01.01
Badung - Asosiasi Tenaga Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Indonesia (ATKLRSi) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Workshop di Badung Bali pada 7 – 9 Agustus 2019. Saat ini jumlah Rumah Sakit diseluruh Indonesia mencapai 2.823 Rumah Sakit.

Ketua Pusat ATKLRSI Baji Subagyo mengungkapkan, pengelolaan kesehatan lingkungan rumah sakit saat ini dihadapkan dengan banyak tantangan.

Pihaknya terus secara aktif dalam kegiatannya melakukan pemantauan terhadap pengelolaan limbah padat dan cair di rumah sakit, makanan, minuman dan lainnya agar tetap bersih dan terjaga.

Peran ATKLRSI sifatnya sebagai penunjang dalam pengembangan kesehatan rumah sakit. Diakuinya, tantangan hukum dan regulasi yang semakin ketat, menuntut pimpinan rumah sakit untuk memaksimalkan standarisasi pengelolaan kesehatan lingkungan rumah sakit.

Pengelolaan kesehatan lingkungan rumah sakit juga menghadapi tantangan dari masyarakat terkait dengan keberadaan rumah sakit ditengah permukiman penduduk yang padat yang berpotensi menyebabkan konflik sosial.

Mudahnya masyarakat dan media dalam mempublikasikan berita negative terkait pengelolaan kesehatan lingkungan rumah sakit juga akan mengganggu pencitraan manajemen dan indikator kinerja pimpinan rumah sakit.

"Tantangan terakhir adalah terkait pemenuhan standar akreditasi tingkat nasional maupun internasional yang mengharuskan rumah sakit serius dalam memenuhi ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Beratnya tantangan tersebut, mengharuskan setiap rumah sakit memiliki petugas kesehatan lingkungan yang handal dan profesional. "Tenaga yang mampu menerapkan sistem, teknologi dan manajemen kesehatan lingkungan rumah sakit sesuai kebutuhan," tegasnya.

Diketahui, Asosiasi Tenaga Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Indonesia (ATKLRSI) dibentuk di Yogyakarta pada tanggal 8 Maret 2018 adalah wadah tempat berhimpunnya tenaga rumah sakit pengelola kesehatan lingkungan maupun pemerhati kesehatan lingkungan rumah sakit.

Selain itu, asosiasi ini memiliki keinginan luhur untuk mewujudkan kondisi lingkungan rumah sakit yang sehat, kondusif, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, berdasarkan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki sesuai norma dan peraturan yang berlaku.

Adapun tujuan ATKLRSI pertama menghimpun dan mewakili profesi/praktisi kesehatan lingkungan rumah sakit di Indonesia.

Kedua membina,mengembangkan dan mengimplementasikan IPTEK di bidang kesehatan lingkungan rumah sakit, untuk tercapainya kondisi lingkungan rumah sakit yang sehat, aman, dan kondusif dalam mendukung aktifitas pelayanan kesehatan.

"Ketiga, mennyukseskan program Pemerintah dalam bidang pelayanan kesehatan pada umumnya dan pengelolaan kesehatan lingkungan rumah sakit pada khususnya," ucap Subagyo.

Dalam Musyawarah Nasional 1 dilanjutkan dengn pelantikan pengurus pusat ATKLRSI periode 2019 - 2024. Kegiatan lainnya workshop implementasi kesehatan lingkungan rumah sakit dalam menghadapi akreditasi dan green hospital.

Munas diikuti dan workshop diikuti150 peserta dari seluruh Indonesia, dan dihadiri para pejabat kementerian kesehatan, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, serta pengurus pusat Himpunan Ahli Kesehatan lingkungan Indonesia.

Maudy Dirgahayu selaku Ketua Panitia menambahkan, pihaknya mendorong bagaimana efisien bisa dilakukan dengan melihat keterbatasan SDM dan SDA.

"Isu pencemaran plastik saat ini demikan penting sehingga tentunya Asosiasi akan berperan aktif dalam meminimalkan dampak terhadap kesehatan dan alam," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, M. Nasir, Selaku Penasehat ATKLRSI menjelaskan, asosiasi juga akan melakukan pendampingan kepada para sanitarian yang tersandung masalah pengelolaan kesehatan lingkungan oleh tim ahli hukum sesuai regulasi yang berlaku.

“Tujuannya agar tidak terjadi kegiatan yang beresiko ” katanya menegaskan.

Saat ini, ATKLRSI telah membentuk pengurus wilayah di 34 provinsi dan saat ini sudah terbentuk 16 wilayah untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi limbah (termasuk plastik -red) yang dihasilkan RS.

Karenanya, penanganan limbah medis dikelola oleh masing-masing RS di wilayah mereka. Turut Hadir dalam konferensi pers Maudy Dirgahayu selaku Ketua Panitia Munas dan Abdul chodir Seksi humas ALTKLRSI. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua