Convoy Merdeka Honda Community Bali Semarakkan 74 Tahun Kemerdekaan RI

Senin, 19 Agustus 2019 : 12.19
Tiba di lokasi bersejarah TPB Margarana, para bikers mengikuti aktivitas upacara bendera untuk memperingati HUT RI ke-74/ Astra Motor Bali
Denpasar – Mengusung tema “Convoy Merdeka,” komunitas Honda yang tergabung di bawah payung Honda Community Bali menggelar turing persaudaraan dalam memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia.

Kegiatan yang bernuansa kebangsaan dengan slogan Bangga Menjadi Indonesia, diikuti12 komunitas (HSFCI, RWT, HVIC, CCI BD, TRB, BTC, HPCI, VIBER, BOC, SFD SF dan GLDK) pada Minggu, 18 Agustus 2019.

Kegiatan Convoy Merdeka para pecinta motor Honda ini bergerak dari lokasi main dealer Astra Motor Bali menuju Sempidi Mengwi Blayu dan berakhir di tempat bersejarah Taman Pujaan Bangsa Margarana, Marga, Tabanan.

Kegiatan diawal dibriefing tentang cara berkendara yang baik dan benar di jalan raya untuk selalu ingat Cari_aman yang wajib diterapkan para bikers.

Peserta konvoi menggunakan atribut berwarna merah putih sebagai wujud antusias merayakan kemerdekaan.
Peserta konvoi menggunakan atribut berwarna merah putih sebagai wujud antusias merayakan kemerdekaan.

Tiba di lokasi bersejarah, para bikers mengikuti aktivitas upacara bendera untuk memperingati HUT RI ke-74, dilanjutkan berdoa dan megheningkan cipta bersama dan dilanjutkan dengan aksi sosial membersihkan makam para pahlawan serta diakhiri tabur bunga.

Usai seluruh bikers mengikuti games 17-an sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan.

Manager Marketing Astra Motor Bali, Thomas Pradu mengatakan Aktivitas ini merupakan upaya mempererat persaudaraan dan silaturahmi antar bikers dalam meningkatkan semangat nasionalisme dan kebangsaan di komunitas Honda.

Dengan semangat satu hati satu Indonesia, touring persaudaraan ini merupakan bentuk ekspresi kebanggaan menjadi bagian Indonesia dan melakukan kegiatan positif di hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Semoga aktivitas ini bisa menginspirasi para bikers Honda lainnya, juga masyarakat pada umumnya,” harap Thomas. (rhm)

Rekomendasi