menu
search

Bupati Tabanan Ramai-ramai Bersama Petani dan Pejabat Tanam Padi

Kamis, 29 Agustus 2019 : 06.27
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama pejabat dan petani tanam padi di areal Demfarm Penggunaan Pupuk Green Fertilizer
TABANAN – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi sejumlah pejabat terkait serta petani ramai-ramai melakukan penanaman padi di areal Demfarm (Demonstrasi Farm) Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’, di Subak Gunggungan, Desa Sesandan, Tabanan, Bali, Rabu (28/8/2019).

Sebelum melakukan penanaman bibit padi di lokasi Demfarm seluas 5 hektar tersebut, Bupati Eka Wiryastuti dalam sambutannya mengungkapkan dirinya tetap berkomitmen mempertahankan Tabanan sebagai daerah Lumbung Pangannya Bali serta selalu berupaya mensejahterakan petani di Tabanan.

"Kami tetap berupaya agar petani di Tabanan bisa kaya sesuai visi Pemkab Tabanan menggerakkan ekonomi kerakyatan," katanya

Menurut Bupati Eka, Demfarm Penggunaan Pupuk ‘Green Fertilizer’ di Subak Gunggungan ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi padi.

"Saya menginisiasi dan terjun langsung di lapangan melakukan penanaman padi di sini, mengkolaborasikan sektor pertanian dengan teknologi, melakukan uji coba Penanaman Padi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi padi bagi petani, sehingga memberikan keuntungan bagi petani di Tabanan," paparnya.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas usaha peternakan khususnya peterrnakan kambing di Tabanan.

Salah satunya, telah menyerahkan 100 ekor bibit kambing unggulan, yakni kambing boerka kepada kelompok tani ternak yang ada di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan yang bertujuan untuk menjadikan Tabanan sebagai pemasok kambing terbesar di Bali, bahkan di Indonesia.

“Kita pun kemarin sudah menyerahkan 100 ekor kambing di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sanda, karena Tabanan dari 30 TTP yang ada, salah satunya adalah di Tabanan. Kita sudah memilikinya di Tabanan.

Oleh karena itu kita harus melek teknologi, pertanian itu tidak boleh hilang. Pertanian itu tetap harus ada, tapi teknologinya itu harus di imbangi. Karena tanpa teknologi kita akan ketinggalan,” paparnya.

Terkait demfarm di Subak Gunggungan, bupati berharap bisa meningkatkan produksi padi dari awalnya yang mungkin 4 - 6 ton /ha bisa meningkat menjadi 10 - 12 ton/ha.

"Hasil berasnya adalah beras premium bukan beras biasa, jadi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harapan kita, dengan adanya Green Fertilizer ini, produksi padi petani meningkat, sehingga petani menjadi sugih atau kaya,” tegasnya.

Bupati Eka menambahkan, kalau ini nantinya sukses, hasilnya memuaskan, dan bagus. Dirinya menghimbau kepada seluruh pihak terkait di Pemkab Tabanan, mulai sekarang harus memikirkan subsidi dari pupuk tersebut.

“Artinya petani jangan dibebankan full (untuk pembelian pupuk), harus diberi subsidi. Tapi sebelum ini sukes, semua harus kerja keras. Dalam artian outpunya harus jangka panjang dan berkelanjutan,” tambahnya.

Senada dengan Bupati Eka, Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, selaku perwakilan dari Polda Bali yang juga hadir saat itu mengatakan dalam rangka meningkatkan swasembada pangan sesuai dengan intruksi Presiden, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya mempunyai misi yang sama dengan Pemkab Tabanan, yakni peduli masyarakat petani.

“Pada kesempatan ini kita datang semua. Semua sibuk meluangkan waktunya. termasuk semua ini (semua hadirin yang hadir saat itu) demi untuk petani.

Kenapa kita kesini, terlebih dahulu Saya berterimakasih kepada Tuhan, Ibu dan pada petani, karena hari ini masih hidup karena adanya Petani. Kalau petani cuti sebulan, mungkin kita akan makan kelapa,” ungkapnya.

Tampak hadir dan ikut melakukan penanaman padi Kepala Dinas Ketahan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kapolres Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, Ketua DPRD Tabanan Sementara, Sekda Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, beserta sejumlah anggota TNI dan Polri. (gus)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua