menu
search

Buka Rute Baru, Malindo Air Terbangi Sydney – Bali

Sabtu, 17 Agustus 2019 : 08.33
GM PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A Sikado menyambut penumpang Malindo Air
Badung - Maskapai penerbangan anggota Lion Group asal Negeri Jiran Malaysia, Malindo Air, resmi membuka rute penerbangan yang menghubungkan Sydney, Australia, dengan Bali.

Pesawat dengan nomor penerbangan OD-172 tersebut mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 17.28 WITA, Kamis 16 Agustus 2019.

Sebelumnya, pesawat ini mengudara dari Bandar Udara Internasional Sydney pada pukul 12.40 waktu setempat di hari yang sama. Penerbangan dengan jarak tempuh 4.600 km tersebut memakan waktu perjalanan kurang lebih 6 jam 48 menit

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado menjelaskan, dari data manifest, pesawat tipe Boeing 737-800 tersebut mengangkut sebanyak 137 penumpang dengan rincian 133 penumpang dewasa dan 4 penumpang anak-anak.

"Dengan penerbangan ini, semakin menambah jumlah penerbangan yang melayani kota terpadat di Australia ini dengan Bali," katanya dalam siaran pers.

Sebelumnya, sudah ada empat maskapai penerbangan yang melayani rute ini (Sydney - Bali). Dengan _inaugural flight_ maskapai Malindo Air ini, menambah pilihan bagi wisatawan Australia, khususnya wisatawan asal negara bagian New South Wales di mana kota Sydney berada, untuk terbang menuju Bali.

Rute Sydney - Bali sebelumnya dilayani empat maskapai penerbangan, baik maskapai nasional dan internasional.

Malindo Air resmi bergabung dengan Garuda Indonesia, JetStar, Qantas, dan Virgin Australia, sebagai maskapai penerbangan yang menghubungkan ibukota Negara Bagian New South Wales dengan Pulau Dewata.

Menurut jadwal, penerbangan tersebut dilayani dengan frekuensi tujuh penerbangan dalam setiap minggunya, dengan jadwal keberangkatan pada pukul 12.00 waktu setempat. Penerbangan OD-172 dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali pada pukul 16.50 WITA.

Sedangkan untuk rute sebaliknya, akan dilayani pula setiap hari dalam satu minggu. Pesawat dengan nomor penerbangan OD-171 tersebut dijadwalkan berangkat dari Bali setiap pukul 22.35 WITA, dan dijadwalkan tiba di Sydney pada pukul 06.40 waktu setempat di hari berikutnya.

Memasuki area Terminal Kedatangan Internasional, para penumpang langsung disambut dengan seremoni pengalungan bunga oleh para tamu VIP, dengan diiringi Tari Sekar Jagad.

“Pengalaman yang sangat manis dengan bunga dan alunan musik ini,” ujar Zena, seorang penumpang asal Australia dengan sumringah.

Turut hadir dalam acara penyambutan, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar), Edy Wardoyo; perwakilan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Edison Saragih; serta General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado.

Kementerian Pariwista tahun ini, menargetkan 1,5 juta kunjungan wisatawan dari Australia. Bagi Australia, Bali merupakan destinasi yang paling favorit.

"Karenanya, Kemenpar memberikan apresiasi yang tinggi kepada Malindo Air yang terus aktif membuka rute-rute baru dari Australia ke Denpasar, setelah April lalu Malindo membuka rute dari Adelaide ke Denpasar,” ucap Edy Wardoyo dalam sambutannya.

“Penerbangan ini akan memberikan tambahan _seat capacity_ ke Indonesia sebanyak 23.472 pax hingga akhir tahun ini. Kami berharap pembukaan rute ini akan memperkuat tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan antara Australia dengan Indonesia,” tambah Edy.

Pada tahun 2018 silam, tercatat jumlah wisatawan asal Australia yang datang berkunjung ke Bali adalah sebanyak 1.185.557 wisatawan. Jumlah ini menempatkan Negeri Kanguru di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terbanyak.

Sedangkan selama semester pertama 2019, sebanyak 557.133 wisatawan asal Australia tercatat berlibur ke Bali. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu, tercatat terdapat pertumbuhan sebesar 2% pada semester pertama tahun 2019. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua