menu
search

YLKI: Harga Tiket Pesawat Turun Hanya Tipuan Bagi Konsumen

Rabu, 03 Juli 2019 : 06.55
ilustrasi/dok
Denpasar - Konsumen diminta lebih kritis terhadap upaya pemerintah menurunkan tiket pesawat LCC di jam tertentu dan hari tertentu hanyalah gimic marketing alias tipuan kepada konsumen.

Meskipun dari sisi ekspektasi masyarakat, langkah itu bisa dipahami, namun kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menjelaskan, turunnya tiket hanyalah gimic marketing saja alias tipuan pada konsumen.

"Sebab turunnya tiket hanya pada jam dan hari non peak session," katanya dalam siaran pers Selasa 2 Juli 2019. Kata Tulus, tanpa diminta pun, pihak maskapai akan menurunkan tarif tiketnya pada jam dan hari non peak session tersebut. Jadi, turunnya tiket pesawat hanya kamuflase saja

Simak juga: YLKI Buka Akses Informasi dan Pengaduan Secara Online

"Jika tarif tiket pesawat mau turun signifikan, maka pemerintah harus menghapus PPN tiket sebesar 10 persen, dan PPN avtur sebesar 10 persen juga," katanya.

Simak juga: YLKI Desak OJK dan Kominfo Tutup Perusahaan Kredit Online Ilegal

Di banyak negara tidak ada PPN tiket dan avtur. jadi pemerintah harus bersikap fair, jangan hanya maskapai saja yang diinjak agar tarifnya turun, tetapi pemerintah mau menang sendiri.

Simak juga: YLKI Desak Produsen Berikan Kompensasi dalam Kasus DNA Babi pada Obat

Dia menilai, kebijakan pemerintah untuk menurunkan tiket pesawat, diluar ketentuan regulasi soal TBA dan TBB, bisa menjadi kebijakan kontraproduktif. Artinya, sisi keberlanjutan finansial maskapai udara yang menjadi taruhannya dan endingnya konsumen justru akan dirugikan. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua