menu
search

Turun ke Maluku Utara, ACT Salurkan Bantuan Bagi Ratusan Keluarga Korban Gempa

Sabtu, 20 Juli 2019 : 05.30
Bantuan diberikan ACT berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi bagi korban gempa di Malut
Halmahera Selatan - Dalam merespon terjadinya gempa bumi berkekuatan M= 7,2  ACT  mendistribusikan bantuan kepada 300 KK di Desa Mafa. Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Bantuan diberikan berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi, dan lain-lain.

Gempa bumi melanda Halmahera Selatan, Maluku Utara hingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.

Melalui surat keputusan yang diterbitkan, Bupati Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat penanggulangan bencana selama tujuh hari, sejak Senin (15/7) hingga Minggu (21/7/2019).

Menurut pantauan tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia Maluku Utara (MRI Malut), hanya beberapa warga yang terlihat beraktivitas di kampung ini.

"Sebagian besar sudah mengungsi di daerah gunung," kata Surachman Manan dari tim MRI Malut.

Anggota Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Rachmat Junaidy menambahkan, air bersih menjadi kebutuhan mendesak korban gempa.

“Setelah gempa, sumber air bersih warga tidak lagi ada. Air menjadi keruh,” terang Rachmat.

Tidak hanya kelangkaian air bersih, makanan siap santap, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi menjadi kebutuhan mendesak korban saat ini.

 Akses ke sejumlah lokasi terdampak pun cukup sulit. Tidak jarang, untuk menjangkau desa tertentu, para relawan dan petugas kesehatan harus menggunakan kapal cepat.

 “Butuh bahan bakar yang cukup untuk menuju desa-desa itu. Sedangkan, bahan bakar lebih banyak tersedia di kota,” lanjut Rachmat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi bangunan retak karena dikhawatirkan ambruk bila terjadi gempa susulan.

 “Masyarakat sebaiknya bila rumahnya sudah retak, sudah rusak, jangan dihuni lagi. Lebih baik berkumpul dengan saudara-saudara lain yang ada di pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah,” ungkap Daryono Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua