menu
search

Pasar Pariwisata Menjanjikan, Charoen Pokphan Bangun RPHU di Bali

Selasa, 09 Juli 2019 : 23.13
Peresmian RPHU PT Charoen Pokphan di Selemadeg Barat, Tabanan
Tabanan - Bali yang dikenal menjadi daerah tujuan pariwisata dunia juga merupakan pasar potensial untuk produk unggas sehingga PT Charoen Pokphand membangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Kabupaten Tabanan.

Meningkatnya kebutuhan daging ayam untuk konsumsi masyarakat dari tahun ke tahun telah membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil atauapun rumah tangga.

Namun tidak sedikit pelaku usaha pemotongan ayam yang tempat usahanya tidak layak seperti berlokasi di daerah padat pemukiman dan kondisinya secara umum tidak memenuhi persyaratan secara hygiene sanitasi.

Akibatnya, daging ayam yang beredar di masyarakat kurang memenuhi persyaratan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Tak ayal, kondisi ini dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan .

Kehadiran Rumah Potong Hewan Unggas (RPUH) di Tabanan diharapkan disamping menyiapkan ayam ASUH juga akan dapat memotivasi peningkatan produksi ternak ayam di Bali.

"Dengan begitu, akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Bali," ujar Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutan dibacakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana dalam acara peresmian RPHU PT Charoen Pokphand di Banjar Tireman, Desa Bengkel Sari, Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Selasa (9/7/2019).

Koster menyampaikan bahwa sejalan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pangan merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali sehingga merupakan program pembangunan yang dipolakan dan diintegrasikan mulai dari hulu sampai hilir.

Didukung dengan terbitnya Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dimana didalamnya termasuk produk peternakan.

Sehingga toko swalayan, hotel restoran dan katering wajib mengutamakan pemanfaatan produk peternakan lokal Bali paling sedikit 30% dari kebutuhan. "Kebutuhan daging ayam di Bali mencapai 10,82 kg per kapita / tahun di Tahun 2018 dan diperkirakan akan terus naik," tandasnya.

Untuk itu harus dibarengi dengan pertumbuhan peternakan ayam dan instrument pendukungnya seperti RPHU yang representatif. "RPUH ini saya harapkan dapat memotivasi peningkatan produksi ternak ayam di Bali," imbuhnya.

Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr I Ketut Diarmita, menyampaikan, keberadaan RPHU dengan persyaratan teknis memadai menjadi hal penting dalam penyediaan pangan asal hewan yang ASUH sehingga pangan asal hewan yang dikonsumsi oleh masyarakat terjamin keamanannya.

Dengan adanya fasilitas pendingin (cold storage) diharapkan dapat mencegah membanjirnya daging ayam di pasar yang dapat menyebabkan jatuhnya harga ayam. Disamping itu, dia berharap daging ayam tidak hanya dijual sebagai ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan ataupun inovasi produk lainnya.

RPHU yang dibangun Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Bali ini dioperasikan berkapasitas produksi sebesar 2000 ekor ayam per jamnya dengan fasilitas pendingin hingga 45 ton untuk ayam segar, 50 ton untuk ayam beku dan 50 ton untuk Food Process Product.

Kehadiran RPHU ini diharapakan dapat menunjang tuntutan kebutuhan daging ayam ASUH di Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia.

Presiden Direktur PT CPI Thomas Effendy mengharapkan, kehadiran RPHU, bisa membantu menunjang tuntutan kebutuhan daging ayam ASUH di Bali, sebagai destinasi wisata dalam dan luar negeri.

Berkat dorongan pemerintah, selain menyediakan RPHU, juga mengembangkan sampai pada tahap pendistribusian. "Kami berkomitmen terus mengembangkan sampai tahap pendistribusian ke konsumen melalui gerai-gerai Prima Freshmart yang jumlahnya mencapai 600 gerai sampai akhir 2019", imbuhnya.

Nantinya, konsumen diharapkan, bisa menikmati ayam beku ASUH yang telah diproses di RPHU dengan harga terjangkau.

"RPHU ini memiliki peralatan modern, lebih modern dari RPHU biasa, kami persiapkan untuk market karena di Bali , wisatawan kan luar biasa, cukup banyak, sehingga kami siapkan daging yang aman , sehat, utuh dan halal, semua sudah terpenuhi dan diolah secara modern," imbuhnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua