Menjadi Istri Kedua Hingga Bolos, 42 PNS Dipecat

Rabu, 03 Juli 2019 : 05.49
Menteri PANRB Syafruddin memberikan keterangan pers usai memimpin sidang BAPEK di Jakarta/kemenpanrb
Jakarta - Sebanyak 46 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari kementerian, lembaga, dan pemerintah yang melakukan pelanggaran disiplin dipecat lantaran indisipliner mulai bolos tidak kerja lebih dari 46 hari.

Simak: Empat Oknum PNS Gadaikan Puluhan Mobil dan Motor

Mereka dipecat berdasar hasil sidang Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK). Sidang dipimpin Ketua BAPEK yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (02/07).

42 PNS dijatuhkan sanksi Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS). Ada juga, dua PNS mendapat sanksi penurunan pangkat selama tiga tahun, PNS mendapatkan sanksi dipindahkan dalam rangka penurunan jabatan sebanyak satu orang.

Simak: Kerap Membolos Hingga 46 Hari, 21 PNS Dipecat

"Ada seorang PNS dibatalkan dengan peninjauan kembali," tutur Syafruddin dalam keterangan resminya, Selasa 2 Juni 2019.

Berbagai macam kasus menjerat mereka mulai tidak masuk kerja sampai perzinaan. Kasus penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga dibahas dalam sidang BAPEK ini.

Simak: Oknum PNS Penadah Raskin Terancam Sanksi

Selain itu, terdapat juga kasus menikah lagi tanpa izin, hidup bersama dan PNS wanita menjadi istri kedua. Dari keseluruhan, sebanyak 32 PNS dikenakan hukuman disiplin disebabkan tidak masuk kerja lebih dari 46 hari.

Simak: Bolos 46 Hari Hingga Cerai Tanpa Izin Atasan, 18 PNS Dipecat

“Sebagian besar kasus PNS yang diberhentikan karena tidak masuk kerja,” ujar Menteri Syafruddin.

Sidang tersebut dihadiri Sekretaris BAPEK yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, pejabat dari Kejaksaan Agung RI, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Hukum dan HAM, pengurus Korpri, serta BKN. (rhm)

Rekomendasi