menu
search

KFC Indonesia Perluas Gerakan Tanpa Kantong Plastik di Tanah Air

Jumat, 05 Juli 2019 : 15.31
Gerakan pengurangan kantong plastik di KfC Wayang Sanur Denpasar
Denpasar - Menandai usianya yang ke -40 KFC Indonesia memperteguh komitmennya terhadap lingkungan menjalankan gerakan tanpa kantong plastik secara meluas di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Gerakan ini mulai dilakukan di KFC wilayah Bali, Jambi dan Banjarmasin mulai awal Juli yang sekaligus memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Dunia tanggal 3 Juli lalu. Kantong plastik diganti dengan kantong kertas.

General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk Hendra Yuniarto, mengungkapkan, sebagai restoran cepat saji terbesar di Indonesia, senantiasa mendukung rencana pemerintah seputar peduli lingkungan dan kelestarian alam.

Demikian juga dengan apa yang kini gencar dikampanyekan Pemerintah Provinsi Bali, yang bertekad menjadikan Bali sebagai tujuan wisata ramah lingkungan, dalam program Bali tanpa kantong plastik.

Hendra menyebutkan, setelah Bali, Banjarmasin dan Jambi akan diperluas ke beberapa kota lainnya di Tanah Air.

Diketahui, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di wilayah Bali diatur dalam Peraturan Gubernur Bali no 97 tahun 2018, dimana pelaku usaha dilarang menyediakan plastik sekali pakai, dan melarang siapapun untuk menggunakan plastik sekali pakai.

Melansir data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bali menghasilkan 3.039 ton sampah setiap harinya di mana sebesar 13,92% (423,141 ton) di antaranya adalah sampah plastik.

Dari seluruh sampah yang dihasilkan setiap harinya, 52% tidak tertangani dengan baik (mismanaged waste), sehingga sejumlah 2.200 ton/ hari sampah mencemari lingkungan termasuk pantai dan laut dengan mayoritas sampah yang tidak tertangani adalah sampah plastik sekali pakai.

Hendra menegaskan, “KFC Indonesia akan memperluas wilayah gerakan tanpa kantong plastik sekali pakai ke seluruh Indonesia. Namun dukungan konsumen KFC akan sangat berarti dengan selalu membawa tas kantong sendiri saat membeli produk KFC untuk di-take away.

"Komitmen KFC terhadap lingkungan telah ditunjukkan sejak tahun 2012 dalam Program KFC Green Action," tuturnya dalam keterangan resminya di KFC Wayang Sanur, Denpasar, Jumat (5/7/2019).

Ditegaskan Hendra, kegiatan ini adalah kelanjutan dari program penanaman lahan gersang di tahun 2007. Semangat peduli lingkungan kemudian diperkuat dengan gerakan No Straw Movement sejak Mei 2017 lalu.

Di awal Juli 2019 KFC, mempersembahkan stainless straw eksklusif, dalam rangka 40 tahun KFC Indonesia.

Program lainnya berupa gerakan Budaya Beberes dan gerakan pengelolaan sampah. Gerakan Budaya Beberes mengajak konsumen KFC agar senantiasa membereskan setiap sisa makanannya di manapun, tidak hanya di restoran KFC, dan lalu membuangnya ke tempat sampah.

Pengagas Komunitas Divers Clean Action Swietenia Puspa Lestari, menjelaskan, tahun 2017, pihaknya melakukan ekspedisi keliling Bali bersama tim #kelilingbali yang diinisiasi oleh Make a Change World dan Bye Bye Plastic Bag.

"Dari data yang kami kumpulkan, kami menemukan 1 partikel mikroplastik per 300 hingga 3.300 liter di seputar lautan Bali dan sampah plastik sekali pakai antara 30.50% hingga 74.89%," sebut Puspa.

Hal ini menunjukkan tingginya jumlah sampah plastik di Bali, yang berpotensi merusak pariwisata alam Bali. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua