menu
search

Keluarga Cendana Serahkan Arsip Statis Presiden Soeharto ke ANRI

Jumat, 19 Juli 2019 : 05.21
Arsip diserahkan Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut kepada Plt. Kepala ANRI, Sumrahyadi di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, gedung C, lantai 2 ANRI/humas kemenpanrb
Jakarta – Pihak keluarga Cendana atau Presiden Soeharto menyerahkan arsip statis tentang Presiden Soeharto kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Arsip diserahkan Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut kepada Plt. Kepala ANRI, Sumrahyadi di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, gedung C, lantai 2 ANRI, Kamis (18/7/2019).

Khazanah arsip yang diserahkan terdiri dari 19 roll microfilm yang berisi pidato Presiden Soeharto berikut dengan daftarnya, 10 roll microfilm pidato Ibu Tien Soeharto beserta daftar dan naskah pidatonya.

Kemudian, 10 roll microfilm kumpulan risalah sidang kabinet periode tahun 1967 – 1998 dan proklamasi integrasi Balibo (yang mendeskripsikan tekad rakyat Timor Timur untuk bersatu dengan Indonesia) tahun 1976 beserta daftarnya, satu album foto yang terdiri dari 91 lembar foto yang merekam kegiatan Presiden Soeharto berikut compact disc-nya.

Selain menyerahkan arsip ke ANRI, pihak keluarga pun meminjamkan satu unit alat baca microfilm yaitu microreader kepada ANRI. Sumrahyadi menyampaikan, khazanah arsip yang diserahkan pihak keluarga Presiden Soeharto dapat menjadi bagian dari arsip kepresidenan.

Ditegaskan, ANRI dalam beberapa tahun terakhir sedang gencar melaksanakan program penyelamatan arsip kepresidenan. “ANRI mengucapkan terima kasih atas penyerahan arsip ini. Semoga arsip tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas Sumrahyadi.

Nantinya, arsip kepresidenan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui sosok dan kebijakan para Presiden Indonesia dari masa ke masa.

Dalam kesempatan itu, Mbak Tutut menyampaikan, bangsa yang mengelola jejak langkah peninggalan peradabannya cenderung menjadi bangsa besar, serta unggul dibandingkan bangsa lain.

“Sejumlah dokumen Bapak (Presiden Soeharto), yang telah kami serahkan ke Negara setidaknya dapat menjadi bagian penting dari sejarah," tuturnya.

Pihaknya berharap, dokumen itu bisa menjadi salah satu acuan masyarakat dalam menghadapi realitas sosial budaya yang kompleks seperti saat ini.

Mbak Tutut juga turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Merajut kembali identitas kebangsaan yang luhur dengan basis kebangsaan multikultur.

Penyerahan arsip statis oleh pihak keluarga Presiden Soeharto juga merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 88 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Arsip tersebut diselamatkan dan dilestarikan oleh ANRI dan nantinya menjadi identitas dan jati diri, serta memori kolektif bangsa.

Dengan demikian, arsip ini pun menjadi aset nasional yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai informasi, sampai saat ini telah banyak arsip yang berkaitan dengan peristiwa penting masa pemerintahan Presiden Soeharto yang sudah bisa diakses oleh masyarakat di Ruang Baca ANRI.

Terdapat beberapa jenis arsip yang sudah bisa diakses yang memiliki informasi tentang Presiden Soeharto, yaitu arsip tekstual, arsip foto, arsip film dan arsip video. Arsip tekstual yang terkait Presiden Soeharto berjumlah 383 nomor, arsip foto berjumlah 633 nomor serta arsip film dan video berjumlah 225 nomor.

Adapun untuk mengakses arsip tersebut, masyarakat dapat menggunakan sarana temu balik arsip berupa guide Arsip Presiden ke-2 RI: Soeharto yang tersedia di Ruang Baca ANRI. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua